Konflik AS-Iran Ancam Ekonomi Jatim, Harga Kedelai dan Biaya Ekspor Tertekan

Arif Ardliyanto
Eskalasi konflik Amerika Serikat dan Iran berpotensi menekan ekonomi Jawa Timur. Harga kedelai, biaya energi, dan ekspor terancam naik akibat gejolak global. (Foto: Tangkap layar).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aroma kedelai rebus yang biasanya menguat dari sentra tempe di sejumlah sudut Jawa Timur kini dibayangi kecemasan. Bukan karena bahan baku langka, tetapi karena konflik antara Amerika Serikat dan Iran yang terus memanas di Timur Tengah.

Bagi pelaku usaha kecil, perang ribuan kilometer dari Indonesia itu terasa sangat dekat. Harga minyak dunia yang berpotensi melonjak, ongkos kirim internasional yang meningkat, hingga tekanan nilai tukar rupiah menjadi bayang-bayang baru bagi ekonomi Jawa Timur.

Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Jawa Timur, Adik Dwi Putranto, menilai eskalasi konflik global tersebut bisa menjalar cepat ke daerah.

“Dampak konflik Timur Tengah terhadap Jawa Timur datang dari dua arah: hubungan dagang langsung dan efek berantai kenaikan harga minyak serta gangguan perdagangan global,” ujarnya.

Sekitar 20 persen pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz, jalur vital yang kini menjadi kawasan paling sensitif. Jika ketegangan meningkat, harga minyak mentah dan premi asuransi pelayaran internasional hampir pasti terdorong naik.

Efeknya tidak berhenti di angka statistik global. Biaya transportasi dan distribusi barang ke Indonesia ikut terdongkrak. Di tingkat daerah, sektor yang paling cepat merasakan tekanan adalah pangan berbasis impor—terutama kedelai.

Indonesia masih mengimpor 2,5–3 juta ton kedelai per tahun. Nilai impornya dari Amerika Serikat saja menembus lebih dari USD 1 miliar. Jawa Timur, sebagai sentra industri tempe dan tahu nasional, sangat bergantung pada pasokan tersebut.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network