SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Suasana bengkel dan ruang praktik di sejumlah sekolah di Malang Raya tampak lebih hidup dari biasanya. Sejak pagi hingga sore, ratusan siswa serius memegang alat ukur, membongkar mesin, mengatur pencahayaan kamera, hingga memprogram panel kontrol industri. Mereka bukan sedang ujian, melainkan mengikuti pelatihan vokasi lewat program Mobile Training Unit (MTU) yang digelar Dinas Pendidikan Jawa Timur melalui UPT Pengembangan Teknis dan Keterampilan Kejuruan.
Selama enam hari, 2–7 Maret 2026, sebanyak 150 siswa SMK dan SMA Double Track di Kota Malang dan Kota Batu mendapatkan pengalaman belajar berbasis praktik nyata. Program ini dipusatkan di SMKN 10 Malang, SMKN 6 Malang, SMKN 9 Malang, SMKN 7 Malang, dan SMKN 11 Malang.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur, Aries Agung Paewai, menjelaskan tahun ini MTU difokuskan di satu wilayah agar hasilnya lebih maksimal.
“Kalau dulu tersebar di beberapa daerah, sekarang kita pusatkan di satu kawasan supaya dampaknya lebih terasa, baik untuk sekolah maupun masyarakat sekitar. Variasi kompetensinya juga lebih banyak,” ujarnya, Senin (2/3).
Lima kompetensi keahlian yang diberikan meliputi Teknik Sepeda Motor (TSM), Teknik Pendingin dan Tata Udara (TPTU), Videografi, Fotografi, serta Programmable Logic Controller (PLC). Setiap bidang diikuti sekitar 30 siswa, bahkan dalam satu kelas bisa berasal dari hingga empat sekolah berbeda.
Bagi sebagian siswa, ini menjadi pengalaman pertama memegang peralatan praktik berstandar industri yang selama ini hanya mereka lihat di buku atau video pembelajaran.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
