SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah tuntutan dunia pendidikan yang semakin kompleks, perguruan tinggi tak lagi bisa berjalan sendiri. Kolaborasi menjadi kunci, bukan sekadar wacana. Semangat itulah yang terasa kuat dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Universitas Wijaya Putra (UWP) dan Universitas PGRI Adi Buana Surabaya (UAB).
Bukan hanya seremoni, kerja sama ini membawa harapan baru: bagaimana riset kampus bisa benar-benar menyentuh kehidupan masyarakat.
Di aula kampus UAB Surabaya, suasana hangat terasa sejak awal acara. Para pimpinan kampus, dosen, hingga akademisi berkumpul dengan satu tujuan yang sama—membangun sinergi yang lebih konkret dalam menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi: pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.
UWP dan UAB Surabaya resmi berkolaborasi lewat MoU Tri Dharma. Fokus pada riset bersama dan pengabdian masyarakat untuk hasilkan inovasi berdampak nyata. Foto ist
Rektor UWP, Dr. Budi Endarto, M.Hum., menegaskan bahwa kolaborasi ini adalah langkah strategis di tengah dinamika pendidikan tinggi saat ini.
“Tidak ada institusi yang bisa berdiri sendiri. Melalui kerja sama ini, kami membuka ruang bagi dosen dan mahasiswa untuk saling belajar, berbagi sumber daya, hingga menghasilkan riset unggulan yang benar-benar berdampak,” ujarnya.
Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Selama ini, banyak hasil penelitian kampus yang berhenti di meja akademik. Lewat kolaborasi ini, UWP dan UAB ingin memastikan riset tidak hanya dipublikasikan, tetapi juga dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
