SURABAYA, iNewsSurabaya.id – PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) meluncurkan layanan digital JConnect Edu sebagai bagian dari upaya mendukung transformasi pendidikan di Jatim.
Peluncuran ini dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jatim terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo menjelaskan, JConnect Edu merupakan aplikasi yang dirancang untuk mendukung pengelolaan administrasi dan keuangan pendidikan mulai dari jenjang Sekolah Dasar hingga perguruan tinggi.
Platform ini memfasilitasi transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account maupun QRIS, sekaligus membantu pengelolaan data keuangan dan administrasi sekolah.
“Pendidikan adalah fondasi utama kemajuan Jatim. Sebagai bank daerah, kami memiliki tanggung jawab untuk mendukung ekosistem pendidikan melalui inovasi digital seperti JConnect Edu,” ujarnya, Rabu (22/4/2026).
Aplikasi ini juga dapat diakses oleh wali murid untuk memperoleh berbagai informasi sekolah. Mulai dari tagihan biaya pendidikan, absensi siswa, jadwal pelajaran, hingga informasi kegiatan sekolah. Dengan integrasi tersebut, JConnect Edu diharapkan mampu meningkatkan transparansi, akuntabilitas, serta efisiensi administrasi pendidikan.
“Sekolah tidak perlu lagi membangun sistem sendiri. Semua layanan, mulai dari tagihan, absensi, hingga komunikasi dengan orang tua, terintegrasi dalam satu platform. Bagi wali murid, ini memberikan kemudahan dan fleksibilitas dalam melakukan pembayaran,” tambah Winardi.
Selain peluncuran aplikasi, Bank Jatim juga kembali dipercaya menyalurkan Dana BOS untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB), SMA, dan SMK negeri maupun swasta di Jatim. Bank Jatim memastikan komitmen untuk mengawal penyaluran dana tersebut agar tepat sasaran dan memberikan dampak optimal bagi dunia pendidikan.
“Kami siap mendampingi penyaluran Dana BOS melalui seluruh jaringan kantor dan memastikan dana tersebut memberikan manfaat maksimal,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai menilai, inovasi ini sebagai bagian dari transformasi layanan pendidikan yang harus adaptif terhadap perkembangan teknologi.
“Digitalisasi bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Melalui sinergi ini, kami berharap pengelolaan anggaran pendidikan dapat dilakukan secara real-time, transparan, dan meningkatkan kepercayaan publik,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
