SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Sorak sorai ribuan pendukung di Stadion Jenggolo pecah ketika peluit panjang dibunyikan. Persida Sidoarjo akhirnya mengunci tiket ke babak 16 besar setelah menumbangkan Persinga Ngawi dengan skor tipis 2-1 dalam pertandingan penuh tensi, Minggu sore. Laga ini bukan sekadar adu strategi, tetapi juga ujian mental bagi kedua tim.
Sejak menit awal, atmosfer pertandingan sudah memanas. Duel-duel keras kerap terjadi di lini tengah, bahkan sempat memicu kericuhan kecil antarpemain yang nyaris berujung bentrok terbuka di atas lapangan. Wasit harus bekerja ekstra keras meredam emosi agar laga tetap berjalan kondusif.
Bermain di kandang sendiri, Persida tampil lebih percaya diri. Dukungan penuh dari suporter menjadi energi tambahan bagi skuad Laskar Jenggolo untuk menguasai tempo permainan. Aliran bola dari kaki ke kaki berjalan rapi, memaksa Persinga lebih banyak bertahan di awal pertandingan.
Bermain di hadapan publik sendiri, Persida Sidoarjo tampil solid dan mengamankan tiket 16 besar usai mengalahkan Persinga Ngawi. Foto Surabaya.iNews.id/alup
Meski demikian, Persinga Ngawi bukan tanpa perlawanan. Tim tamu mengandalkan serangan balik cepat yang beberapa kali membuat barisan pertahanan Persida harus jatuh bangun mengamankan area kotak penalti. Intensitas pertandingan pun terus terjaga hingga babak kedua.
Dua gol Persida menjadi bukti efektivitas permainan tuan rumah. Sementara satu gol balasan Persinga membuat pertandingan semakin menegangkan hingga menit-menit akhir.
Pelatih Persida Sidoarjo, Kodari Amir, tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya atas hasil penting tersebut. Ia menilai kemenangan ini lahir dari kedisiplinan dan fokus pemain sepanjang pertandingan.
“Alhamdulillah, pemain menjalankan instruksi dengan baik. Ini laga krusial, tekanannya tinggi, tapi mereka mampu menjaga fokus sampai akhir pertandingan. Kemenangan ini sangat berarti bagi kami,” ujar Kodari Amir usai laga.
Menurutnya, pertandingan dengan tensi tinggi seperti ini menjadi bekal mental berharga bagi Persida menjelang babak gugur.
Di sisi lain, pelatih Persinga Ngawi, Slamet Riyadi, mengakui keunggulan tuan rumah. Meski kecewa dengan hasil akhir, ia tetap mengapresiasi perjuangan anak asuhnya yang berani bermain terbuka.
“Anak-anak sudah tampil maksimal dan tidak gentar meladeni permainan Persida. Sayangnya kami lengah di momen krusial. Detail kecil seperti ini yang akhirnya menentukan hasil pertandingan,” ungkap Slamet.
Ia menegaskan timnya akan segera melakukan evaluasi agar peluang di pertandingan berikutnya tetap terjaga.
Manajer Persida Sidoarjo, Puji Daryo, menilai kemenangan ini lebih dari sekadar tiga poin. Menurutnya, hasil tersebut menjadi suntikan moral yang sangat penting bagi tim jelang babak 16 besar.
“Pertandingan berjalan sangat ketat dan penuh tekanan. Kami bersyukur bisa melewatinya dengan kemenangan. Ini modal berharga untuk menghadapi fase gugur yang pasti lebih berat,” kata Puji Daryo.
Dengan kemenangan ini, Persida Sidoarjo kian mantap menatap babak 16 besar dengan kepercayaan diri tinggi. Sementara itu, Persinga Ngawi dituntut segera bangkit dan berbenah agar tetap kompetitif di laga-laga selanjutnya.
Pertandingan panas di Stadion Jenggolo ini pun menjadi bukti bahwa persaingan semakin sengit, dan setiap kesalahan kecil bisa menjadi penentu nasib tim di kompetisi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
