SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Dunia gaming dan esports masih sering dipandang negatif oleh sebagian orang tua karena dianggap sekadar hiburan yang mengalihkan fokus belajar.
Namun stigma tersebut coba diluruskan melalui talkshow bertajuk “Beyond the Game: Bangun Karakter, Bangun Masa Depan”, yang menjadi rangkaian kegiatan Grand Tournament MLBB Goes to School 2025 di Surabaya, Sabtu (10/1/2025).
Talkshow ini menghadirkan sudut pandang baru bahwa game kompetitif, termasuk Mobile Legends, dapat menjadi wadah pembentukan karakter, kepemimpinan, hingga pengelolaan emosi anak jika diarahkan secara tepat.
Narasumber pertama, Samanta Elsener, M.Psi., Psikolog Klinis Anak dan Keluarga, menegaskan bahwa peran orang tua di era digital tidak boleh berhenti pada pengawasan, melainkan harus menjadi pendamping aktif.
“Orang tua perlu memahami dunia mereka, mengenal istilah yang digunakan, mengetahui dengan siapa mereka bermain, serta memantau durasi bermain,” ujar Samanta.
Menurutnya, aktivitas bermain game juga melatih kemampuan strategis, kepemimpinan, dan kerja sama tim. Ia menambahkan pentingnya validasi emosi, terutama saat anak mengalami kekalahan. “Besarkan hati anak dahulu. Ajarkan mereka mengekspresikan emosi secara sehat dan beretika,” katanya.
Narasumber kedua, SaintDeLucaz (SDL), Head Coach Team Liquid ID, tim juara MPL ID Season 14 menyampaikan bahwa dunia esports menuntut disiplin yang tidak kalah ketat dari cabang olahraga lain.
“Bermain game bukan alasan untuk begadang. Keseimbangan belajar, istirahat, dan latihan wajib dijaga agar performa tetap optimal,” tegasnya.
Talkshow ini menggarisbawahi pentingnya sinergi antara sekolah, keluarga, dan lingkungan digital dalam membentuk karakter anak. Prinsip “belajar dulu, baru mabar” menjadi pendekatan sederhana untuk menyeimbangkan pendidikan dan hobi.
Game tidak lagi dipandang sebagai ancaman, tetapi sebagai media untuk menanamkan tanggung jawab, sportivitas, dan ketangguhan mental.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
