SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Riuh langkah kaki dan wajah-wajah penuh semangat mewarnai Gedung Fakultas Bahasa dan Seni (FBS) Universitas Negeri Surabaya (Unesa). Ribuan pelajar dari berbagai penjuru Indonesia berkumpul, bukan sekadar untuk bertanding, tetapi untuk membuktikan mimpi dan kemampuan mereka dalam ajang Kompetisi Pelajar Juara Indonesia (Komperasia) 2026.
Ajang bergengsi yang digelar Andima Smarthouse ini sukses menarik perhatian nasional. Tercatat, 3.800 finalis dari jenjang SD hingga SMA hadir di Surabaya untuk mengikuti babak final, menjadikan Komperasia 2026 sebagai salah satu kompetisi akademik pelajar terbesar tahun ini.
Sejak pagi, antusiasme peserta terlihat jelas. Mereka beradu kemampuan dalam empat bidang utama, yakni Matematika, Sains, Bahasa Inggris, dan Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS). Bagi sebagian pelajar, kompetisi ini bukan hanya soal menang atau kalah, tetapi juga pengalaman berharga yang membentuk mental juara sejak dini.
Ketua Pelaksana Komperasia 2026, Richi Danu Ardian, S.T, menegaskan bahwa kompetisi ini dirancang sebagai ruang belajar sekaligus ajang pembuktian diri bagi generasi muda Indonesia.
“Komperasia kami hadirkan sebagai wadah untuk mengukur kemampuan akademik sekaligus melatih mental kompetisi yang sehat. Kami ingin menciptakan sistem persaingan yang adil antarjenjang, sehingga setiap anak memiliki peluang yang sama untuk bersinar,” ujar Richi.
Ia menambahkan, Komperasia lahir dari komitmen Andima Smarthouse dalam mencetak generasi yang cerdas, berkarakter, dan berdaya saing global, bukan hanya unggul di atas kertas, tetapi juga tangguh menghadapi tantangan.
Perjuangan para peserta belum berhenti di babak final. Mereka yang berhasil lolos akan kembali bertarung di Grand Final Komperasia 2026 untuk memperebutkan Medali Emas, Perak, dan Perunggu, uang pembinaan, serta hadiah utama berupa field trip edukatif ke Thailand dan Singapura.
“Anak-anak yang masuk Grand Final adalah pelajar hebat yang telah melewati seleksi ketat. Mereka belajar tentang keberanian, konsistensi, dan kepercayaan diri,” tambah Richi.
Berdasarkan data panitia, Matematika menjadi mata pelajaran dengan jumlah peserta terbanyak, disusul Bahasa Inggris, Sains, dan IPS. Minat tinggi ini menunjukkan meningkatnya ketertarikan pelajar terhadap kemampuan logika dan pemecahan masalah.
Salah satu finalis termuda, Jawahirul Ulum (7), siswa kelas 1 SDN Bancaran 3 Bangkalan, Jawa Timur, menjadi contoh semangat pantang menyerah. Bocah yang akrab disapa Irul ini kembali mengikuti Komperasia setelah gagal meraih kemenangan tahun lalu.
“Saya pilih Matematika karena seru dan gampang. Tahun lalu belum menang, sekarang mau coba lagi. Semoga bisa masuk Grand Final,” ucap Irul sambil tersenyum polos.
Sebagai lembaga pendamping pendidikan, Andima Smarthouse secara konsisten menghadirkan program kompetisi, pelatihan, dan pendampingan belajar untuk meningkatkan kualitas akademik pelajar. Ke depan, Andima Smarthouse juga menargetkan perluasan kerja sama internasional serta rencana pendirian institusi pendidikan tingkat universitas.
Dengan partisipasi ribuan pelajar dari berbagai daerah, Komperasia 2026 menjadi bukti nyata bahwa semangat berprestasi dan kecintaan terhadap pendidikan berkualitas terus tumbuh di kalangan generasi muda Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
