SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan ribuan mahasiswa asal Kota Surabaya untuk melanjutkan pendidikan tinggi kini semakin terbuka. Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya menggelontorkan anggaran fantastis sebesar Rp191 miliar untuk program beasiswa mahasiswa, baik di Perguruan Tinggi Negeri (PTN) maupun Perguruan Tinggi Swasta (PTS). Kebijakan ini tidak hanya disambut antusias mahasiswa, tetapi juga mendapat dukungan penuh dari kalangan perguruan tinggi swasta.
Salah satu kampus yang secara tegas menyatakan komitmennya adalah Universitas PGRI Adi Buana Surabaya. Kampus ini siap menjadi bagian penting dalam menyukseskan program beasiswa bagi mahasiswa Surabaya, khususnya mereka yang berasal dari keluarga kurang mampu dan rentan putus kuliah akibat persoalan ekonomi.
Rektor Universitas PGRI Adi Buana Surabaya, Dr. Untung Lasiyono, M.Si., menilai program beasiswa Pemkot Surabaya sebagai langkah mulia sekaligus strategis dalam menyiapkan generasi muda unggul menuju Indonesia Emas.
“Program beasiswa dari Pemerintah Kota Surabaya ini sangat mulia dan sangat bagus. Ini bukan hanya membantu mahasiswa hari ini, tetapi juga menjadi investasi jangka panjang untuk menyiapkan sumber daya manusia yang kuat dan berkualitas,” ujar Untung, Selasa (14/1/2026).
Program beasiswa Pemkot Surabaya senilai Rp191 miliar mendapat dukungan PTS. Universitas PGRI Adi Buana siap membantu mahasiswa kurang mampu agar tak putus kuliah. Foto Surabaya.iNews.id/arif
Menurutnya, kebijakan yang digagas Wali Kota Surabaya tersebut memberi dampak nyata bagi mahasiswa yang tengah berjuang menyelesaikan studi. Bantuan biaya pendidikan membuat mahasiswa lebih tenang dan dapat fokus mengembangkan potensi akademik tanpa dihantui beban finansial.
“Mahasiswa akan mendapatkan berkah dari program ini. Mereka dibantu langsung oleh Pemkot Surabaya sehingga bisa belajar dengan lebih fokus, tanpa harus memikirkan biaya kuliah setiap semester,” jelasnya.
Untung juga mengungkapkan fakta yang kerap terjadi di perguruan tinggi swasta. Tidak sedikit mahasiswa yang terpaksa menghentikan studinya bukan karena kemampuan akademik, melainkan karena keterbatasan ekonomi keluarga.
“Ada mahasiswa yang sebenarnya punya prestasi dan semangat tinggi, tetapi akhirnya berhenti kuliah karena tidak mampu membayar biaya pendidikan. Bahkan ada yang tidak lagi melakukan registrasi. Ini tentu sangat disayangkan,” ungkapnya.
Dengan hadirnya Peraturan Wali Kota Surabaya tentang beasiswa, Untung optimistis persoalan tersebut dapat ditekan. Ia yakin, bantuan pendidikan ini akan menjaga semangat belajar mahasiswa sekaligus mencegah terjadinya putus kuliah massal.
“Kalau mahasiswa tenang secara ekonomi, fokus akademiknya akan meningkat. Dari situlah prestasi akan tumbuh,” tegasnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Kepemudaan Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga serta Pariwisata (Disbudporapar) Kota Surabaya, Erringgo Perkasa, menyampaikan bahwa Universitas PGRI Adi Buana menjadi PTS ke-12 yang menjalin proses kerja sama dalam program beasiswa Pemkot Surabaya.
“Hingga hari ini, Universitas PGRI Adi Buana menjadi PTS ke-12 yang berproses bersama kami. Ini menunjukkan bahwa bantuan biaya pendidikan dari Pemkot Surabaya memang sangat dibutuhkan oleh mahasiswa,” kata Erringgo.
Ia menambahkan, banyak mahasiswa berada di posisi rawan putus kuliah akibat kendala biaya. Jika tidak ditangani, kondisi tersebut berpotensi menimbulkan masalah sosial baru, termasuk meningkatnya angka pengangguran di masa depan.
“Kalau banyak mahasiswa yang drop out, dampaknya ke depan bisa serius. Pengangguran bisa bertambah. Karena itu, program beasiswa dari Pak Wali Kota Surabaya ini sangat tepat dan menyentuh kebutuhan masyarakat,” jelasnya.
Erringgo memaparkan, anggaran Rp191 miliar yang disiapkan Pemkot Surabaya tahun ini diperuntukkan bagi 23.820 mahasiswa, baik di PTN maupun PTS. Sebanyak 18.000 mahasiswa dialokasikan untuk PTN dan sekitar 6.000 mahasiswa untuk PTS.
“Kami melihat ada prinsip keadilan di sini. Program ini tidak hanya untuk satu jenis perguruan tinggi dan yang terpenting bersifat berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menegaskan, Pemkot Surabaya berkomitmen memberikan kesempatan yang sama bagi seluruh warganya untuk mengenyam pendidikan tinggi tanpa terkecuali.
“Program ini tidak berpihak pada satu kelompok saja. Prinsipnya adalah keadilan, agar seluruh warga Kota Surabaya bisa melanjutkan pendidikannya dan memiliki masa depan yang lebih baik,” pungkasnya.
Dengan sinergi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, program beasiswa Pemkot Surabaya diharapkan menjadi solusi nyata dalam menekan angka putus kuliah sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kota Pahlawan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
