SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Harapan ratusan anak di kawasan Tambak Wedi, Surabaya, untuk segera menikmati gedung sekolah baru harus tertunda. Proyek pembangunan SMP Negeri yang sedianya siap digunakan awal 2026 justru tersendat akibat kegagalan kontraktor di tengah jalan.
Bagi warga setempat, sekolah baru bukan sekadar bangunan fisik, melainkan simbol masa depan pendidikan anak-anak mereka. Namun hingga kini, proyek dengan nilai anggaran sekitar Rp8 miliar itu baru terealisasi sekitar 37 persen, jauh dari target yang diharapkan.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya, Febrina Kusumawati, mengakui kondisi tersebut berdampak langsung pada siswa. Menurutnya, Pemkot Surabaya tidak ingin anak-anak menjadi korban berkepanjangan akibat persoalan administrasi dan teknis proyek.
“Saat ini kami sedang mencari solusi percepatan. Harapannya, setelah PPDB selesai, kami bisa menyelamatkan anak-anak agar tetap bisa bersekolah dan kegiatan belajar mengajar dapat dimulai kembali di pertengahan tahun ini,” ujar Febrina.
Ia menargetkan setidaknya satu lantai bangunan sudah dapat difungsikan pada Juli mendatang. Dengan begitu, siswa tetap memiliki ruang belajar yang layak meski pembangunan belum sepenuhnya rampung.
“Minimal Juli sudah ada bangunan yang bisa ditempati, sehingga proses pendidikan tidak terlalu terganggu,” tambahnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
