Dibina Mantan Bek Persebaya, Gartifa Academy Optimistis Lahirkan Pemain Profesional

Saiful Arif
Gartifa Academy Surabaya mendapat sentuhan Nugroho Mahardiyanto untuk membina pemain usia dini agar siap bersaing di level sepak bola profesional. Foto Surabaya.iNews.id/alub

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah maraknya sekolah sepak bola (SSB) usia dini di Kota Surabaya, Gartifa Academy hadir membawa semangat berbeda. Bukan sekadar mengasah kemampuan mengolah si kulit bundar, akademi ini juga menanamkan nilai karakter sejak dini bagi anak-anak yang bercita-cita menjadi pesepak bola profesional.

Setiap sore, Lapangan Kebraon, Karang Pilang, Surabaya, menjadi saksi semangat puluhan anak yang berlatih dengan penuh antusias. Di bawah arahan pelatih, mereka belajar mengontrol bola, memahami permainan, sekaligus membangun disiplin dan mental juara. Bagi Gartifa Academy, mimpi besar di dunia sepak bola harus dibangun melalui proses panjang yang terarah.

Gartifa Academy saat ini membina pemain dari berbagai kelompok usia, mulai dari U-8 hingga U-15. Setiap kelompok mendapatkan program latihan yang disesuaikan dengan tahap perkembangan fisik, teknik, dan mental anak. Pendekatan ini dilakukan agar pembinaan berjalan aman, menyenangkan, dan efektif, tanpa mengabaikan aspek pendidikan karakter.


Gartifa Academy Surabaya mendapat sentuhan Nugroho Mahardiyanto untuk membina pemain usia dini agar siap bersaing di level sepak bola profesional. Foto Surabaya.iNews.id/alub

Akademi ini mendapat sentuhan langsung dari Nugroho Mahardiyanto, bek legendaris Persebaya Surabaya, yang kini berperan sebagai pelatih sekaligus figur inspiratif bagi para pemain muda. Kehadirannya menjadi motivasi tersendiri bagi anak-anak yang bermimpi mengikuti jejak sang idola.

“Di Gartifa Academy, kami tidak hanya mengajarkan teknik bermain sepak bola. Yang paling utama adalah membangun karakter, disiplin, dan mental anak-anak sejak dini. Harapannya, mereka memiliki fondasi yang kuat untuk mengejar mimpi menjadi pemain profesional,” ujar Nugroho.

Menurut Nugroho, pengalaman panjangnya di sepak bola profesional ingin ia bagikan kepada generasi muda agar mereka memahami bahwa prestasi tidak diraih secara instan. Proses, konsistensi, dan sikap pantang menyerah menjadi kunci utama dalam perjalanan seorang pesepak bola.

Perhatian terhadap pembinaan juga diberikan secara khusus pada posisi penjaga gawang. Fuad, pelatih kiper Gartifa Academy, menilai kiper membutuhkan perlakuan dan latihan yang berbeda dibandingkan pemain lainnya.

“Kiper itu posisi yang spesial. Kami fokus pada teknik dasar, refleks, keberanian, serta kemampuan mengambil keputusan. Semua dilakukan secara bertahap sesuai usia, supaya anak-anak bisa berkembang dengan aman dan percaya diri,” kata Fuad.

Dengan program latihan yang terstruktur, pembagian kelompok usia yang jelas, serta dukungan pelatih berpengalaman, Gartifa Academy optimistis mampu melahirkan pesepak bola masa depan. Tak hanya siap bersaing di level profesional, tetapi juga membawa nama Surabaya di kancah sepak bola nasional melalui prestasi dan karakter yang kuat.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network