Tak hanya pertanian semangka, SAE Paswangi juga mengembangkan sektor perikanan. Seluruh aktivitas di lahan tersebut melibatkan warga binaan secara langsung sebagai bekal keterampilan hidup saat mereka kembali ke tengah masyarakat.
“Warga binaan terlibat penuh dalam kegiatan pertanian dan perikanan, tentu dengan pendampingan dan pengawasan petugas. Harapannya, mereka memiliki skill nyata yang bisa dimanfaatkan setelah bebas nanti,” tambahnya.
Lebih dari sekadar hasil panen, kegiatan ini juga memiliki nilai sosial yang tinggi. Kadiyono menegaskan, sebagian hasil penjualan semangka akan disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Pulau Sumatera.
“Ini menjadi bukti bahwa pemasyarakatan tidak hanya menjalankan fungsi pembinaan, tetapi juga hadir memberikan manfaat langsung bagi masyarakat luas,” tegasnya.
Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Mujiono menyampaikan apresiasi atas produktivitas warga binaan Lapas Banyuwangi. Ia memastikan pemerintah daerah siap mendukung program pembinaan yang berdampak positif.
“Sebagian besar penghuni Lapas Banyuwangi adalah warga kami sendiri. Kami berharap, melalui edukasi dan pelatihan di SAE ini, mereka memiliki bekal keterampilan yang cukup saat kembali ke masyarakat,” ujar Mujiono.
Panen semangka di SAE Paswangi menjadi simbol bahwa perubahan selalu mungkin terjadi. Dari balik jeruji, warga binaan membuktikan bahwa mereka mampu berkarya, berkontribusi, dan menanam harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
