Di sisi lain, perusahaan juga aktif memetakan potensi permintaan dari berbagai wilayah, termasuk kawasan industri dan proyek-proyek strategis nasional yang diproyeksikan meningkat pada 2026. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pasokan tetap stabil sekaligus mampu memenuhi kebutuhan pelanggan secara tepat waktu.
“Fokus kami bukan sekadar mengejar angka produksi. Keberlanjutan usaha tetap menjadi prioritas. Kami ingin tumbuh sehat tanpa mengorbankan kualitas dan kepercayaan mitra,” tambahnya.
Untuk mendukung target tersebut, Sumatraco juga memperkuat koordinasi internal antar tim. Menurut Ishak, sinergi yang solid menjadi faktor penting agar seluruh proses produksi hingga distribusi berjalan efektif dan efisien.
Dengan target produksi yang ambisius namun terukur, PT Sumatraco Langgeng Makmur optimistis dapat memperkuat posisinya sebagai pelaku usaha kompetitif di sektor garam nasional. Lebih dari itu, perusahaan berharap kontribusinya mampu mendukung penguatan industri garam lokal sekaligus mendorong kemandirian pangan Indonesia pada 2026 mendatang.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
