SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Menatap pertarungan politik 2029 yang diprediksi semakin sengit, PDI Perjuangan Kota Surabaya mulai memanaskan mesin partai sejak dini. Bukan sekadar rutinitas organisasi, konsolidasi kali ini diarahkan untuk menjawab satu tantangan besar: merebut hati generasi muda yang akan menjadi penentu arah politik lima tahun mendatang.
Langkah awal itu diwujudkan melalui Rapat Konsolidasi Pengurus Anak Cabang (PAC) bersama Ketua, Sekretaris, dan Bendahara (KSB) Pengurus Ranting di Daerah Pemilihan (Dapil) 3 Surabaya, yang mencakup Kecamatan Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Rungkut, Gunung Anyar, Bulak, dan Mulyorejo.
Kegiatan yang digelar di Kantor DPD PDI Perjuangan Jawa Timur tersebut berlangsung dalam dua sesi dan menjadi momentum penting penguatan struktur partai hingga ke akar rumput. Sesi pertama digelar pada sore hari dengan melibatkan PAC Sukolilo, Tenggilis Mejoyo, Wonocolo, Rungkut, dan Gunung Anyar, didampingi sejumlah pengurus DPC, di antaranya Eri Irawan, Anas Karno, Eko Wahyono, Agatha Retnosari, dan Mohamad Fauzan.
Sementara itu, sesi kedua yang berlangsung malam hari diikuti PAC Bulak dan PAC Mulyorejo, dengan pendampingan Anas Karno, Mega Putri, Mahekswari Laskmi, serta Aliyuddin.
Di hadapan para kader, Wakil Sekretaris Bidang Program DPD PDI Perjuangan Kota Surabaya, Yordan M. Batara-goa, menekankan bahwa peta politik ke depan tidak lagi bisa dilepaskan dari peran generasi muda. Ia mengingatkan, mayoritas pemilih pada Pemilu 2029 berasal dari Gen Z hingga Gen Alpha.
“Pertarungan 2029 akan sangat ditentukan oleh anak-anak muda. Kalau partai tidak hadir di ruang mereka sejak sekarang, kita akan tertinggal,” ujar Yordan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
