SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Perubahan teknologi digital kini melaju jauh lebih cepat dibanding beberapa tahun lalu. Bagi banyak talenta digital, kecepatan ini menghadirkan peluang besar sekaligus tantangan nyata: bagaimana tetap relevan, adaptif, dan mampu menjawab kebutuhan industri yang terus berubah.
Di lapangan, persoalan yang muncul bukan semata soal jumlah talenta digital. Kesenjangan justru terlihat pada kesiapan sumber daya manusia—mulai dari akses pembelajaran yang sesuai praktik industri, ruang untuk menguji kemampuan, hingga tempat aman untuk memvalidasi ide. Tak sedikit talenta digital yang memiliki potensi, namun kesulitan menemukan ekosistem yang mendukung proses tumbuh mereka secara berkelanjutan.
Kondisi inilah yang mendorong Jagoan Hosting bersama Ngalup Collaborative Network (Ngalupco) melahirkan Re:Code, sebuah inisiatif kolaboratif yang dirancang sebagai ruang belajar, evaluasi, dan pengembangan kapasitas talenta digital. Program ini menjadi titik temu antara komunitas, industri, dan pemangku kepentingan, dengan tujuan membangun ekosistem digital yang lebih sehat dan inklusif.
Didukung oleh Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi), kegiatan Re:Code digelar di Gedung Balai Pemuda, Surabaya. Lebih dari sekadar forum diskusi, Re:Code hadir sebagai ruang eksplorasi ide yang dekat dengan kebutuhan nyata industri teknologi.
Founder Jagoan Hosting sekaligus Ngalupco, Danton Prabawanto, mengungkapkan bahwa peluang di industri digital saat ini jauh lebih terbuka dibandingkan ketika ia memulai perjalanan di dunia teknologi.
“Dulu, akses informasi dan ekosistem pendukung masih sangat terbatas. Validasi ide juga tidak mudah. Sekarang, talenta digital punya peluang lebih besar untuk belajar, bereksperimen, dan mendapatkan pendampingan,” kata Danton.
Namun, ia menekankan bahwa peluang tersebut hanya bisa dimanfaatkan secara optimal jika talenta digital memiliki ruang belajar yang tepat dan lingkungan yang suportif. Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, industri, dan pemerintah menjadi kunci penting dalam mempercepat lahirnya solusi digital yang berdampak.
“Perubahan teknologi membuka peluang sangat luas. Tapi tanpa ekosistem yang mendukung, ide-ide bagus bisa berhenti di tengah jalan,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
