Ini Risiko Menyalakan Mesin dan Main HP di SPBU, Begini Cara Pertamina Beri Peringatan ke Pengendara
SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Bagi sebagian pengendara, menyalakan mesin atau sekadar mengecek ponsel saat mengisi BBM mungkin terasa sepele. Namun di balik kebiasaan itu, tersimpan risiko serius yang bisa membahayakan banyak orang. Kesadaran inilah yang ingin ditanamkan Pertamina Patra Niaga melalui kampanye keselamatan di SPBU-SPBU ramai pengunjung di Surabaya.
Selama dua hari, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus turun langsung menyapa konsumen di SPBU 51.601.65 Jemursari dan SPBU 51.601.77 Soetomo. Dua SPBU tersebut dikenal padat aktivitas, terutama pada jam sibuk. Di tengah antrean kendaraan, petugas aktif memberikan edukasi mengenai bahaya menyalakan mesin saat pengisian BBM hingga larangan penggunaan gawai di area SPBU.
Kampanye ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Bulan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Nasional yang berlangsung setiap 12 Januari hingga 12 Februari. Sebagai perusahaan di sektor risiko tinggi, Pertamina Patra Niaga menempatkan budaya Health, Safety, Security, and Environment (HSSE) sebagai fondasi utama dalam setiap aktivitas bisnis, termasuk di ruang publik seperti SPBU.
Pertamina Patra Niaga mengedukasi konsumen SPBU Surabaya tentang risiko menyalakan mesin dan menggunakan gawai saat isi BBM. Foto Surabaya.iNews.id/arif
Tak sekadar memberi imbauan, sosialisasi dilakukan secara dialogis dan mudah dipahami. Konsumen diajak memahami alasan di balik berbagai aturan keselamatan, mulai dari potensi percikan api akibat mesin yang masih menyala, risiko gelombang elektromagnetik dari gawai, hingga ketentuan merokok dan penggunaan jeriken sesuai regulasi pemerintah, khususnya terkait pembelian BBM bersubsidi.
Area Manager Communication, Relations & CSR Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus, Ahad Rahedi, menegaskan bahwa kampanye ini bukan hanya menyasar internal perusahaan, melainkan juga masyarakat luas sebagai pengguna layanan SPBU.
“Budaya HSSE tidak cukup hanya diterapkan di dalam perusahaan. Konsumen juga perlu memahami potensi bahaya yang mungkin terjadi di lembaga penyalur BBM. Melalui kegiatan ini, kami berharap masyarakat semakin sadar bahwa keselamatan adalah tanggung jawab bersama,” ujar Ahad.
Suasana kampanye terasa semakin hidup dengan adanya kuis interaktif berhadiah. Sejumlah konsumen tampak antusias mengikuti rangkaian kegiatan, sekaligus memanfaatkan momen tersebut untuk bertanya langsung seputar aturan keselamatan di SPBU. Hadiah dan suvenir yang dibagikan menjadi pemantik agar pesan keselamatan lebih mudah diterima dan diingat.
Salah satu peserta, Fisya, mahasiswa yang tengah mengisi BBM, mengaku kegiatan ini membuka wawasannya. “Selama ini saya tahunya hanya ikut aturan. Tapi setelah dijelaskan risikonya, jadi lebih paham kenapa keselamatan di SPBU itu penting. Kegiatannya menarik dan semoga bisa rutin dilakukan,” tuturnya.
Secara resmi, Pertamina Patra Niaga Regional Jatimbalinus telah memulai rangkaian Bulan K3 sejak 12 Januari dengan mengusung tema “Advancing HSSE Excellence Through the Implementation of a Professional, Reliable, and Collaborative Approach to Strengthen Safety Culture.” Tema ini menjadi pengingat bahwa budaya keselamatan harus dibangun melalui profesionalisme, keandalan sistem, serta kolaborasi semua pihak.
Ahad menambahkan, penguatan budaya keselamatan tidak bisa bersifat seremonial. Dibutuhkan komitmen kepemimpinan yang konsisten dan program yang aplikatif agar keselamatan benar-benar menjadi prioritas di setiap lini operasional.
“Dengan keterlibatan aktif seluruh jajaran, dari manajemen hingga pelaksana di lapangan, kami berkomitmen memastikan operasional berjalan aman dan andal. Ini adalah bagian dari tanggung jawab kami dalam melayani masyarakat,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
