BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Pagi di Pantai Pancur, kawasan Taman Nasional Alas Purwo, Banyuwangi, terasa berbeda. Bukan hanya debur ombak yang terdengar, tetapi juga langkah-langkah ribuan orang yang bergerak bersama menyusuri pesisir. Dengan sarung tangan dan karung sampah di tangan, mereka satu tujuan: menjaga laut tetap bersih.
Kesadaran menjaga lingkungan laut itu diwujudkan secara nyata oleh jajaran Kodim 0825/Banyuwangi, Lanal Banyuwangi, Puslatpurmar PLP 7 Lampon, Polresta Banyuwangi, Satuan Brimob, TNI AU Rajekwesi, bersama pemerintah daerah dan masyarakat. Aksi rijik-rijik atau bersih-bersih Pantai Pancur ini melibatkan sekitar 1.000 peserta dari berbagai latar belakang.
Tak hanya unsur TNI dan Polri, kegiatan ini juga diikuti Dinas Pendidikan Banyuwangi, Banser, Kokam, SPPG, KLH, pelajar dari SMPN 1 dan SMAN, para kepala desa, hingga Parisada Hindu Dharma Indonesia dari Pura Alas Purwo. Keberagaman peserta menjadi gambaran kuat bahwa menjaga alam adalah tanggung jawab bersama.
Sejak matahari belum terlalu tinggi, peserta tampak menyebar di sepanjang garis pantai. Sampah plastik, potongan kayu, hingga limbah yang terbawa arus laut dikumpulkan satu per satu. Beberapa peserta bahkan terlihat menyisir area yang sulit dijangkau demi memastikan tak ada sampah tersisa di kawasan konservasi tersebut.
Komandan Pos TNI AL (Danposal) Grajagan, Peltu Andik, ikut turun langsung ke lapangan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan TNI AL dalam aksi ini bukan sekadar seremonial.
“Ini bentuk kepedulian nyata kami terhadap lingkungan laut sekaligus upaya mempererat sinergi dengan masyarakat,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
