Martini pun mengaku tak menyangka nilai emas yang ia kumpulkan perlahan kini meningkat signifikan. Selain untuk dana pendidikan anak, ia dan suami bahkan mulai merancang rencana membuka satu gerai usaha baru dengan memanfaatkan skema gadai emas.
Di Pegadaian, masyarakat dapat menggadaikan emas, perhiasan, hingga barang elektronik dan memperoleh dana cair hanya dalam hitungan menit. Kecepatan ini menjadi pembeda penting, sekaligus benteng agar masyarakat tidak terjerumus pada pinjaman ilegal atau rentenir dengan bunga mencekik.
Direktur Pemasaran, Penjualan, dan Pengembangan Produk PT Pegadaian, Selfie Dewiyanti, menegaskan bahwa layanan gadai dirancang sebagai solusi inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat.
“Gadai menjadi produk andalan Pegadaian untuk membantu ekonomi masyarakat. Nasabah bisa menggadaikan barang berharga, memperoleh dana cepat, dan melunasinya di kemudian hari tanpa kehilangan aset. Pinjaman bahkan bisa dimulai dari Rp50.000 sebagai bentuk public service obligation,” jelasnya.
Dana tersebut dapat dimanfaatkan untuk kebutuhan rumah tangga hingga modal usaha pelaku UMKM, sektor yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian nasional namun kerap terkendala akses pembiayaan.
Pegadaian juga rutin menghadirkan program Gadai Peduli, yakni layanan gadai dengan bunga 0 persen untuk pinjaman mulai Rp50 ribu hingga Rp2,5 juta. Program ini ditujukan khusus untuk membantu masyarakat kecil dan pelaku usaha mikro agar tetap bertahan dan berkembang.
Emas dipilih karena sifatnya yang stabil dan berfungsi sebagai safe haven. Dengan menggadaikan emas, pelaku usaha memperoleh modal kerja tanpa harus melepas aset investasinya. Setelah usaha kembali menghasilkan, emas dapat ditebus, menciptakan siklus keuangan yang berkelanjutan.
Seiring perkembangan zaman, Pegadaian pun beradaptasi lewat digitalisasi layanan. Melalui aplikasi Tring!, proses gadai kini bisa dilakukan tanpa harus datang dan mengantre di kantor cabang. Salah satu inovasi unggulannya adalah Gadai Tabungan Emas, yang memungkinkan nasabah menggadaikan saldo emas digital secara instan.
“Saat ini kesadaran masyarakat terhadap emas sebagai instrumen investasi semakin meningkat, baik emas fisik maupun Tabungan Emas. Melalui aplikasi Tring!, masyarakat bisa menabung, menggadai, hingga mendepositokan emas dengan lebih praktis, kapan saja dan di mana saja,” tambah Selfie.
Pemimpin Wilayah PT Pegadaian Kanwil XII Surabaya, Ahmad Zaenudin, menegaskan bahwa layanan gadai menjadi solusi nyata bagi masyarakat yang membutuhkan dana cepat tanpa mengorbankan aset berharga.
“Gadai membantu masyarakat tetap memiliki aset sekaligus mendapatkan dana untuk kebutuhan rumah tangga maupun modal usaha. Pegadaian hadir dengan layanan yang mudah, cepat, dan transparan,” ujarnya.
Lebih dari sekadar layanan pembiayaan, gadai juga berperan sebagai sarana literasi keuangan. Nasabah belajar memahami nilai aset, manajemen risiko, hingga tanggung jawab dalam mengelola pinjaman. Dengan biaya dan jangka waktu yang jelas, masyarakat didorong untuk lebih bijak dalam mengatur keuangan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
