Ia menambahkan, aspek lain yang tidak kalah krusial adalah menjaga stabilitas dan keseimbangan sistem kelistrikan. Mengingat, beban listrik saat Ramadhan dan Idul Fitri dalam beberapa tahun terakhir menunjukkan tren penurunan hingga sekitar 30% dibandingkan hari normal.
"Listrik itu harus selalu seimbang. Ketika beban turun drastis dan tidak dilakukan penyesuaian, tegangan bisa meningkat dan itu berbahaya bagi sistem. Karena itu pengendalian harus dilakukan secara real time,” ujarnya.
"Bukan hanya soal cukup atau tidaknya daya. Konfigurasi jaringan juga harus kuat. Kalau ada gangguan di satu titik dan jalurnya sudah padat, dampaknya bisa meluas,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Emil juga menyambut baik rencana pembangunan Gardu Induk Tegangan Tinggi (GITET) di Waru untuk memperkuat sistem di kawasan metropolitan Gerbangkertosusila yang selama ini bertumpu pada Krian dan Gresik.
Selain itu, ia mendorong optimalisasi jaringan melalui metode uprating agar tidak perlu membuka jalur baru di kawasan padat penduduk. "Dengan beban sebesar ini, tidak cukup hanya mengandalkan dua titik. Pengembangan di Waru ini sifatnya krusial untuk mencegah risiko yang lebih besar,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
