SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tradisi buka bersama (bukber) di Kota Pahlawan kini tak lagi sebatas menyantap hidangan selepas azan Magrib. Ramadan 2026 menghadirkan warna baru: persaingan venue yang tak hanya menjual menu, tetapi juga pengalaman, atmosfer, hingga sentuhan eksklusif bagi kelas menengah perkotaan.
Di tengah ketatnya kompetisi bisnis hospitality, sejumlah pelaku industri mulai mengubah strategi. Mereka sadar, konsumen kini datang bukan hanya untuk makan, tetapi untuk merayakan momen, membangun relasi, dan tentu saja—mengabadikan suasana.
Salah satunya terlihat dari program Rindu Ramadhan yang diluncurkan oleh Legacy Ballroom Surabaya. Konsep yang diusung memadukan kuliner khas Ramadan, hiburan, dan interaksi langsung dalam satu paket acara.
General Manager Legacy Ballroom Surabaya, Edy Nizon Fong, menyebut pihaknya tak sekadar menata meja makan, tetapi merancang keseluruhan pengalaman berbuka.
“Di ODC room itu baru mungkin sekitar 10–20 persenannya. Jadi dekor yang grand itu nanti akan lebih banyak di Grand Ballroom,” ujarnya.
Tren bukber Surabaya 2026 makin kompetitif. Legacy Ballroom Surabaya hadirkan konsep eksklusif dengan kambing guling live, dekor grand ballroom, dan promo harga spesial Ramadan. Foto Surabaya.iNews.id/amin
Pernyataan tersebut menunjukkan perubahan pendekatan bisnis bukber di Surabaya. Venue kini menjual atmosfer megah yang dirancang untuk memikat kalangan korporasi, komunitas, hingga keluarga besar yang ingin berbuka dengan nuansa berbeda.
Ramadan pun menjadi momentum puncak permintaan. Bukber bukan lagi agenda rutin tahunan, melainkan bagian dari gaya hidup dan eksistensi sosial masyarakat urban.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
