SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Di tengah derasnya arus dunia digital, tak sedikit anak muda terjebak dalam tuntutan eksistensi. Notifikasi tak pernah berhenti, algoritma terus berubah, dan standar “tampil sempurna” seolah menjadi kewajiban. Di Kota Surabaya, fenomena ini kian terasa, terutama bagi mereka yang berprofesi sebagai konten kreator.
Namun di tengah riuhnya dunia maya itu, sosok Ivan Dwi Putra hadir membawa pesan berbeda. Ia membuktikan bahwa kesibukan, popularitas, dan tuntutan profesional bukan alasan untuk melupakan keseimbangan hidup—termasuk dalam menjaga ibadah.
Ivan bukan nama baru di kalangan anak muda Surabaya. Sejak lama, ia dikenal aktif di dunia olahraga, khususnya basket. Ia sempat bermain di salah satu klub basket Surabaya sebelum akhirnya memperluas minatnya ke olahraga lain seperti tenis dan padel.
“Sejak kecil saya memang suka olahraga. Basket itu yang paling lama, sekarang lagi mencoba tenis dan padel,” ujarnya sambil tersenyum.
Semangat eksplorasinya tak hanya berhenti di lapangan. Dalam keseharian, Ivan juga berprofesi sebagai humas kampus di Politeknik Ubaya. Perannya menuntut ia tampil di depan publik—menjadi liaison officer, memandu acara sebagai MC, hingga berinteraksi dengan berbagai kalangan.Peran itu perlahan membentuk karakternya.
Tak banyak yang tahu, Ivan mengaku dulunya pribadi yang cukup introvert. Tampil di depan umum bukan sesuatu yang nyaman baginya.
“Dulu saya tipe yang tidak mau tampil. Lebih suka di belakang layar,” ungkapnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
