Inspiratif! Konten Kreator Surabaya Ini Tetap Produktif Saat Puasa dan Konsisten Ibadah Ramadan

Amin Wahyono
Ivan Dwi Putra menjadi contoh anak muda Surabaya yang tetap produktif sebagai konten kreator sekaligus menjaga ibadah, terutama di bulan Ramadan. Foto ist

Namun dunia kerja dan tanggung jawab profesional memaksanya keluar dari zona nyaman. Alih-alih merasa terpaksa, Ivan justru melihatnya sebagai proses pertumbuhan diri.

“Ini bukan soal memalsukan diri, tapi proses growth. Saya belajar pelan-pelan sampai akhirnya terbiasa,” katanya.

Perjalanan itu pula yang membawanya serius menekuni dunia content creator selama kurang lebih dua tahun terakhir. Kontennya yang banyak mengulas kuliner Surabaya membuatnya dikenal luas. Beberapa brand bahkan menggandengnya sebagai brand ambassador.

Di media sosial, ia terlihat aktif, energik, dan komunikatif. Namun di balik layar, ada prinsip hidup yang ia jaga kuat-kuat.

Bagi Ivan, popularitas dan produktivitas bukan segalanya. Ia menanamkan satu prinsip sederhana: ibadah adalah kebutuhan, bukan sekadar kewajiban.

Terutama saat bulan Ramadhan, ia berusaha menjaga ritme hidup agar tetap seimbang. Puasa bukan alasan untuk menurunkan performa kerja.

“Kalau saya pribadi, puasa justru jadi pengingat. Bahwa hidup bukan cuma soal dunia,” jelasnya.

Ia mengaku, konsistensi beribadah lahir dari kesadaran, bukan tekanan.

“Saya menganggap ibadah itu kebutuhan saya sebagai makhluk Tuhan. Kita hidup bukan hanya untuk hari ini, tapi juga untuk kehidupan setelahnya,” tuturnya.

Di tengah budaya hustle dan tuntutan konten yang harus terus hadir setiap hari, menjaga keseimbangan bukan perkara mudah. Tapi bagi Ivan, justru di situlah letak makna hidup.

Menurutnya, kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari jumlah pengikut, kerja sama brand, atau pencapaian materi. Ada dimensi lain yang tak kalah penting.

“Kita semua pasti akan meninggal. Jadi saya tidak mau hanya sibuk mengejar dunia. Harus ada yang dipersiapkan juga untuk akhirat,” ujarnya pelan.

Kisah Ivan Dwi Putra menjadi refleksi bagi banyak anak muda Surabaya—bahwa di tengah dunia digital yang serba cepat, masih ada ruang untuk hening. Bahwa menjadi konten kreator, profesional muda, atau figur publik tidak harus mengorbankan spiritualitas.

Di era ketika citra sering kali lebih penting daripada makna, Ivan memilih berjalan dengan keseimbangan. Produktif di dunia, tetap tertambat pada nilai-nilai yang ia yakini.Dan mungkin, di situlah letak eksistensi yang sesungguhnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network