Isu Banjir Perumahan di Gresik Viral, Developer Buka Suara dan Ungkap Fakta Sebenarnya

Hendro Djatmiko
Kabar banjir di Maharaja Residence Gresik sempat viral di media sosial. Developer akhirnya memberikan klarifikasi dan membeberkan langkah mitigasi yang telah dilakukan. Foto Surabaya.iNews.id/hendro

GRESIK, iNewsSurabaya.id – Isu banjir yang sempat beredar di media sosial tentang kawasan Maharaja Residence di Desa Bringkang, Kecamatan Menganti, Kabupaten Gresik, sempat membuat sebagian warga khawatir. Informasi yang beredar cepat itu memunculkan berbagai spekulasi, terutama terkait kualitas pembangunan perumahan tersebut.

Namun, pihak pengembang akhirnya angkat bicara dan memberikan penjelasan lengkap agar masyarakat mendapatkan gambaran yang lebih utuh.

Direktur PT Korona Wijaya Indonesia, Adi Sucipto, menegaskan bahwa genangan air yang terjadi beberapa waktu lalu bukan disebabkan oleh kesalahan pembangunan.

Menurutnya, saat itu wilayah Gresik dan sekitarnya memang dilanda hujan dengan intensitas ekstrem yang terjadi hampir bersamaan di sejumlah titik. Kondisi tersebut diperparah oleh faktor perubahan iklim yang berdampak pada sistem drainase di berbagai kawasan.

“Air memang sempat menggenang, tetapi dalam waktu relatif cepat berangsur surut,” ujarnya.

Ia menambahkan, pihaknya berkomitmen menjaga kredibilitas perusahaan sekaligus memastikan tata kelola lingkungan tetap menjadi prioritas utama demi kenyamanan penghuni.

Sebagai bentuk tanggung jawab, pengembang tidak tinggal diam. Sejumlah langkah mitigasi langsung dilakukan, antara lain: Pembangunan dan perbaikan saluran pembuangan air sesuai SOP, Pembangunan bendungan kecil sebagai penahan debit air, Pengadaan empat pompa diesel untuk percepatan penyedotan, Peninggian dinding serta pondasi sungai, Penguatan pagar keliling yang difungsikan sebagai tanggul, dan Peninggian area gerbang utama

Tak hanya itu, koordinasi juga dilakukan bersama pemerintah setempat dan Dinas Pekerjaan Umum guna normalisasi sungai dan pembersihan saluran air.

Upaya ini menjadi bagian dari komitmen jangka panjang untuk menjaga kawasan tetap aman saat musim hujan.

Hunian Konsep Modern Green Living di Menganti

Maharaja Residence dibangun di atas lahan sekitar 4,5 hektare dengan konsep modern green living society. Dari total rencana lebih dari 350 unit, sekitar 200 unit telah berdiri dan dihuni.

Kawasan ini telah dilengkapi utilitas dasar seperti air PDAM, listrik PLN, serta jaringan internet. Fasilitas internal pun cukup lengkap, mulai dari:

One gate system

Keamanan 24 jam

Taman bermain anak

Jogging track

Ruang terbuka hijau

Taman burung

Secara lokasi, perumahan ini hanya sekitar 20 menit dari kawasan Citraland Surabaya, serta 15 menit menuju akses Tol KLBM dan Tol Surabaya–Mojokerto (Sumo). Posisi ini menjadikannya salah satu hunian yang cukup strategis di wilayah barat Surabaya.

Pemerintah Kecamatan: Faktor Cuaca Ekstrem Jadi Penyebab

Kasi Trantibum Kecamatan Menganti, Anas Arofiq, menyampaikan bahwa cuaca ekstrem menjadi faktor utama terjadinya genangan saat itu. Namun, ia mengapresiasi langkah normalisasi sungai serta edukasi kepada masyarakat agar tidak membuang sampah di bantaran sungai.

“Sekarang kalau hujan deras, air lebih cepat surut. Kami juga sosialisasi ke warga, dan bagi yang membuang sampah sembarangan akan dikenakan sanksi,” tegasnya.

Warga Rasakan Perubahan Nyata

Bagi warga seperti Dimas Priambodo, situasi saat ini jauh berbeda dibanding beberapa waktu lalu. Ia mengaku kini merasa lebih tenang.

“Dulu sempat ada genangan, sekarang sudah tidak banjir lagi. Kami merasa lebih nyaman karena respons developer cukup cepat,” ungkapnya.

Pengalaman warga inilah yang menjadi gambaran kondisi terkini di lapangan—bahwa langkah mitigasi yang dilakukan telah membawa perubahan nyata.

Dengan klarifikasi dan perbaikan yang dilakukan, pihak pengembang berharap informasi yang beredar di masyarakat menjadi lebih objektif. Isu banjir Maharaja Residence pun kini berangsur reda, seiring kondisi kawasan yang semakin terkendali dan sistem drainase yang terus diperkuat menghadapi musim hujan berikutnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network