Eks Drummer Dewa 19 Bentuk Band Baru Th3 Waw

Andika
Wawan Juniarso (eks Dewa 19), membentuk band baru, Th3 Waw bersama Wawan Klantink, dan Arief Blingsatan. (Foto : Istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pasar musik Surabaya kembali diramaikan dengan hadirnya proyek band terbaru bertajuk Th3 Waw, yang digawangi Wawan Klantink, Wawan Juniarso (eks Dewa 19), dan Arief Blingsatan.

Arief Blingsatan mengungkapkan, band ini terbentuk dari pertemuan tiga musisi dengan latar belakang dan karakter bermusik yang berbeda.

“Band Th3 Waw beranggotakan tiga personel yang mengusung konsep crossover, memadukan karakter musik masing-masing. Kami menggabungkan hard rock, pop punk, dan folk jalanan,” ujar Arief, Sabtu (28/2/2026).

Latar belakang para personel menjadi daya tarik tersendiri. Wawan Juniarso, yang dikenal anak 90-an sebagai “Wawan Dewa”, merupakan mantan drummer Dewa 19 formasi awal era “Struggle” sejak masa band sekolah hingga meledaknya album perdana di industri musik nasional. Ia keluar dari Dewa 19 pada 1994 sebelum band tersebut mencapai puncak popularitasnya.

Sementara itu, Darma Arief atau Arief Blingsatan dikenal sebagai frontman band punk Blingsatan yang aktif di skena musik sejak era 1990-an dengan karakter panggung yang kuat.

Adapun Wawank, yang lebih dikenal sebagai Wawan Klantink, merupakan musisi jalanan yang namanya dikenal luas lewat berbagai ajang pencarian bakat nasional bersama Klantink. Ia juga dikenal sebagai salah satu ikon musik Surabaya.

Awal pertemuan ketiganya bermula dari sesi studio jamming yang kemudian berkembang menjadi proses kreatif di Maca Record yang berlokasi di Porture Studio Surabaya. 

Proses rekaman, mixing, dan mastering turut dibantu oleh Cakra dan Rico dari Laopan Jaya, dengan tambahan gitar pada beberapa bagian.

Single perdana mereka berjudul “Tuek Gaya” ditulis menggunakan bahasa Surabaya sebagai representasi bahasa cangkrukan khas arek Suroboyo. 

Secara musikal, lagu ini menghadirkan nuansa rock 90-an dengan perpaduan beat hard rock, sentuhan punk rock, dan notasi vokal rock alternatif.

Lagu tersebut mengangkat tema yang dekat dengan kehidupan tongkrongan, yakni tentang kesombongan seseorang terhadap sahabat lamanya setelah meraih kesuksesan. Tema ini dipilih karena dinilai sebagai persoalan klise namun nyata dalam pergaulan.

Melalui lagu ini, mereka juga menyisipkan pesan reflektif: “Ilingo menungso pasti matek, iling ndunyo pasti entek” (ingatlah manusia pasti mati, ingatlah dunia pasti berakhir). Pesan tersebut menjadi pengingat, tidak hanya bagi pendengar, tetapi juga bagi para personel band sendiri.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network