Dari hasil evaluasi, insiden tersebut lebih mengarah pada faktor kelalaian manusia atau human error.
Evaluasi juga mencatat rendahnya tingkat kepatuhan korban dan rekan satu tim terhadap pentingnya menjaga kondisi fisik, mental, serta kebersamaan selama pendakian. Dugaan pelanggaran SOP dan kurangnya kekompakan tim menjadi catatan penting dalam laporan tersebut.
“Ke depan, pengawasan terhadap kondisi fisik dan kesehatan calon pendaki sebelum naik akan ditingkatkan,” ujar Dwi Putro.
Pengelola juga memastikan pengawasan terhadap kepatuhan aturan dan SOP akan diperketat, termasuk pengecekan dokumen pendukung.
Sebagai langkah pencegahan, calon pengunjung diimbau menggunakan pemandu berizin yang memahami medan. Selain itu, wisatawan wajib mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku, termasuk pembelian tiket resmi dan asuransi, serta membawa surat keterangan sehat.
Pendaki juga diminta memastikan kondisi fisik dan mental dalam keadaan prima serta tidak terpisah dari rombongan, baik saat berangkat maupun saat turun dari kawasan kawah.
Dibukanya kembali TWA Kawah Ijen menjadi kabar baik bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Namun, pengelola berharap momentum ini diiringi dengan kedisiplinan dan tanggung jawab bersama.
Keindahan api biru dan panorama alam Gunung Ijen memang memikat. Tetapi keselamatan tetap menjadi prioritas utama agar setiap perjalanan pulang membawa cerita indah, bukan kepanikan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
