BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Daya tarik Gunung Ijen kembali memikat wisatawan selama masa liburan. Dalam sepekan terakhir, aktivitas wisata di kawasan Taman Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen, Banyuwangi, terpantau mengalami peningkatan. Namun di balik ramainya kunjungan, pengelola kawasan mengingatkan bahwa keselamatan tetap menjadi prioritas utama.
Pengelola bersama Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jawa Timur mengimbau wisatawan agar tidak mengabaikan aturan, terutama terkait potensi bahaya gas beracun yang dapat muncul sewaktu-waktu dari kawah aktif Gunung Ijen.
“Wisatawan dilarang turun dan mendekati dasar kawah. Selain itu, tidak diperkenankan bermalam atau berkemah di area kawah dalam radius 500 meter,” tegas Kepala Seksi KSDA Wilayah Banyuwangi, Dwi Putro Sugiarto.
Aktivitas wisata di TWA Kawah Ijen terus naik. Pengelola menegaskan larangan mendekati kawah dan bermalam demi keselamatan dari paparan gas beracun. Foto Surabaya.iNews.id/siswanto
Larangan tersebut bukan tanpa alasan. Aktivitas vulkanik Gunung Ijen berpotensi memicu peningkatan kadar gas beracun yang dapat membahayakan keselamatan pengunjung jika berada terlalu dekat dengan kawah. Karena itu, petugas TWA Gunung Ijen terus melakukan pengawasan serta memberikan sosialisasi langsung kepada wisatawan di lapangan.
Petugas juga secara rutin mengingatkan pengunjung untuk mematuhi rambu peringatan, mengikuti arahan petugas, dan selalu memperbarui informasi mengenai kondisi kawah. Peningkatan jumlah kunjungan, menurut pengelola, tidak boleh mengesampingkan aspek keselamatan.
“Pengawasan kami perketat, dan edukasi kepada wisatawan terus dilakukan agar aktivitas wisata tetap aman dan tertib,” ujar Dwi.
Selama masa liburan ini, jumlah pengunjung ke kawasan TWA Kawah Ijen tetap dibatasi maksimal 2.000 orang per hari. Pada Kamis, 16 Januari 2026, tercatat sebanyak 359 wisatawan memasuki kawasan tersebut, terdiri dari 346 wisatawan domestik dan 13 wisatawan mancanegara. Sementara jumlah kendaraan yang masuk tercatat 67 unit roda dua dan 46 unit roda empat.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
