Ketua Panitia Ramadhan DPW PKS Jatim, Darmidi, menambahkan bahwa kehadiran figur seperti Harianto membuktikan bahwa Jatim memiliki potensi huffazh (penghafal) yang luar biasa.
“Ajang berjenjang ini diharapkan menjadi gerakan besar pembinaan karakter berbasis nilai spiritual di tengah dinamika sosial yang ada,” katanya.
Kini, Harianto kembali ke Madiun dengan tekad yang lebih besar: menggenapkan hafalannya hingga 30 juz sembari terus mengajar mengaji, membuktikan bahwa cahaya Al-Qur'an tetap bersinar meski mata tak melihat dunia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
