MALANG, iNewsSurabaya.id - Di kawasan Lawang, Kabupaten Malang, berdiri sebuah bangunan tua yang menjadi saksi perkembangan wilayah tersebut sejak masa kolonial.
Bangunan itu adalah Hotel Niagara Lawang, hotel berarsitektur klasik Eropa yang hingga kini tetap berdiri kokoh dan menjadi daya tarik wisata sejarah.
Hotel Niagara dibangun pada 1918 oleh pengusaha asal Brasil, L.M. van der Steen. Pada awalnya, bangunan tersebut difungsikan sebagai vila pribadi untuk tempat peristirahatan keluarga. Seiring waktu, bangunan ini kemudian dikembangkan dan dioperasikan sebagai hotel.
Secara arsitektur, Hotel Niagara menampilkan gaya kolonial Eropa yang kental dengan sentuhan detail khas awal abad ke-20. Bangunan empat lantai ini memiliki puluhan kamar dengan desain interior yang berbeda di setiap lantainya. Ornamen klasik, jendela-jendela besar, serta balkon luas menjadi ciri khas yang memperkuat kesan elegan dan historis.
Letaknya di dataran tinggi Lawang membuat hotel ini memiliki udara yang sejuk. Dari beberapa sudut bangunan, pengunjung dapat menikmati panorama pegunungan serta suasana Kota Lawang yang tenang dan asri.
Salah satu pengunjung, Muhammad Firman, menilai keberadaan bangunan bersejarah seperti Hotel Niagara penting untuk terus dijaga. Menurutnya, bangunan tua bukan hanya objek wisata, tetapi juga sarana edukasi sejarah.
“Bangunan seperti ini layak dipertahankan. Selain klasik dan penuh makna sejarah, juga bisa menjadi tempat edukasi bagi wisatawan yang ingin belajar tentang masa lalu,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Dari sisi lokasi, Hotel Niagara tergolong strategis karena berada di jalur utama yang menghubungkan sejumlah destinasi wisata di kawasan Malang Raya. Wisatawan dapat dengan mudah melanjutkan perjalanan menuju pusat Kota Malang maupun kawasan pegunungan dan destinasi wisata alam di sekitarnya.
Dengan usia lebih dari satu abad, keunikan arsitektur, serta nilai historis yang kuat, Hotel Niagara tetap menjadi salah satu ikon wisata sejarah di Kabupaten Malang yang menarik untuk dikunjungi hingga kini.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
