JAKARTA, iNewsSurabaya.id – Fenomena outfit skena semakin populer di kalangan anak muda Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Gaya berpakaian ini tidak sekadar menjadi tren fesyen, tetapi juga dianggap sebagai bagian dari identitas komunitas kreatif yang lekat dengan musik independen, seni, hingga budaya alternatif.
Istilah skena berasal dari kata scene, yang merujuk pada komunitas atau lingkungan dengan minat yang sama, seperti musik indie, punk, hingga underground.
Seiring waktu, makna skena berkembang tidak hanya menggambarkan komunitas musik, tetapi juga gaya hidup serta cara berpakaian generasi muda yang ingin tampil berbeda dari arus utama.
Pengamat fesyen sekaligus desainer Indonesia, Didiet Maulana, menilai tren outfit skena mencerminkan cara generasi muda mengekspresikan identitas dan kebebasan melalui pakaian. Menurutnya, gaya ini menunjukkan keberanian anak muda untuk tampil autentik.
“Fashion selalu menjadi bahasa visual generasi muda. Outfit skena menunjukkan bahwa mereka ingin tampil autentik dan tidak terikat pada aturan fesyen yang kaku,” ujarnya.
Ciri khas outfit skena terlihat dari padu padan busana yang terkesan santai namun tetap memiliki karakter kuat. Pengusung gaya ini kerap mengenakan kaos band atau merek lokal, celana longgar, jaket vintage, serta sepatu sneakers atau boots. Aksesori seperti tote bag, topi, hingga kacamata hitam juga menjadi pelengkap yang memperkuat identitas visual mereka.
Perkembangan media sosial seperti TikTok dan Instagram turut mempercepat penyebaran tren ini. Banyak kreator konten membagikan inspirasi outfit skena sehingga gaya tersebut cepat diadopsi anak muda di berbagai kota besar seperti Jakarta, Bandung, hingga Surabaya.
Meski demikian, tren ini tak lepas dari perdebatan. Sebagian warganet menilai outfit skena mulai kehilangan makna awalnya karena lebih sering dijadikan tren estetika semata, bukan lagi representasi komunitas atau pergerakan musik independen.
Terlepas dari pro dan kontra tersebut, fenomena outfit skena menunjukkan bahwa gaya berpakaian tetap menjadi medium penting dalam membangun identitas generasi muda sekaligus membuka ruang bagi pertumbuhan brand fesyen lokal di Indonesia.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
