Hadapi Ketidakpastian Ekonomi 2026, Industri Otomotif Pasang Target Lebih Konservatif

Lukman Hakim
Guna mendongkrak penjualan, HSC menggelar pameran spesial Ramadan di atrium Tunjungan Plaza 3 Surabaya pada tanggal 4-8 Maret 2026. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Honda Surabaya Center (HSC), main dealer mobil Honda wilayah Jawa  Timur (Jatim), Bali dan Nusa Tenggara (Nusra) mencatatkan performa penjualan yang solid sepanjang periode lalu dengan realisasi 8.684 unit.

Angka ini mencapai 95% dari target awal sebesar 9.109 unit. Meski belum menyentuh angka 100%, pencapaian ini dinilai positif mengingat ketatnya dinamika ekonomi dan situasi politik yang membayangi pasar.

Direktur HSC, Wendy Miharja, mengungkapkan bahwa tantangan pasar otomotif saat ini memang cukup berat. Namun, Honda berhasil menjaga taji dengan mempertahankan posisi kedua di segmen pasar yang diikuti (participating market).

“Pencapaian 95% di tengah situasi ekonomi dan politik kemarin bagi kami sudah cukup baik. Honda tetap konsisten di posisi nomor dua. Artinya, secara strategi penjualan, kami masih berada di jalur yang benar (on track),” ujar Wendy, Kamis (5/3/2026).

Memasuki tahun ini, HSC memilih langkah yang lebih hati-hati dengan mematok target penjualan di angka 5.906 unit. Penurunan target yang cukup signifikan ini merupakan bentuk antisipasi terhadap kondisi makro ekonomi.

“Kami lebih konservatif tahun ini karena melihat situasi ekonomi yang ada. Namun, bagi kami target tersebut bukanlah batas maksimal. Kami akan berupaya seoptimal mungkin untuk melampaui angka tersebut,” tegas Wendy.

Terkait isu penurunan minat pada mobil konvensional akibat maraknya Electric Vehicle (EV), Wendy memberikan penjelasan berbasis data. Di wilayah kerja HSC, kontribusi EV (di luar segmen taksi) ternyata baru mencapai 9%.

“Tahun lalu memang sempat menyentuh 15% karena ada pengadaan besar untuk armada taksi. Namun secara umum, EV memiliki ceruk pasar sendiri dan belum bisa menggantikan mobil konvensional secara menyeluruh,” jelas Wendy.

Sebaliknya, teknologi Hybrid justru menjadi primadona baru. Kontribusi penjualan mobil hybrid Honda di wilayah Surabaya mencapai 10,67%. Bahkan, model populer seperti Honda HR-V sempat mencatatkan komposisi varian hybrid hingga 64% tahun lalu. Kini, seiring ketersediaan stok, komposisi varian bensin dan hybrid mulai seimbang.

“Hybrid menjadi alternatif yang sangat menarik karena efisiensi bahan bakarnya sudah teruji. Inilah fokus yang terus kami dorong ke konsumen,” tambahnya.

Lebih jauh Secara umum, pasar otomotif di Jatim pada awal tahun ini menunjukkan angka penjualan 6.773 unit, naik dari 5.600 unit pada periode yang sama tahun lalu. Namun, kenaikan ini didominasi oleh kendaraan niaga dan taksi.

Untuk segmen mobil penumpang (passenger car), pasar justru mengalami penurunan sekitar 4% dengan volume 2.986 unit. Wendy mengidentifikasi beberapa faktor penyebab. Antara lain, pelemahan daya beli, di mana masyarakat cenderung lebih berhati-hati dalam pengeluaran besar di awal tahun.

Kemudian adanya isu kenaikan pajak dan opsen pada Desember tahun lalu memicu konsumen melakukan pembelian lebih awal (advance buying), sehingga terjadi penurunan permintaan di bulan Januari. “Masyarakat juga masih memprioritaskan kebutuhan pokok di tengah ketidakpastian ekonomi global,” ujarnya. 

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network