SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pasar otomotif nasional sepanjang 2025 menghadapi tekanan cukup berat, khususnya di segmen mobil baru kelas premium. Kondisi tersebut turut berdampak pada pasar mobil bekas (used car), meski dinilai masih relatif lebih stabil dibandingkan pasar mobil baru.
Chief Executive BMW Astra, Sanfrantis Tanu, menyampaikan bahwa tahun 2025 menjadi periode yang penuh tantangan bagi industri otomotif. Penurunan daya beli masyarakat dan perlambatan ekonomi menyebabkan pasar mobil premium mengalami kontraksi yang cukup signifikan.
“Memang tahun lalu adalah tahun yang sulit, terutama untuk mobil premium. Dampaknya juga terasa di pasar mobil bekas, karena secara umum kondisi market sedang berat,” ujarnya usai peresmian BMW Astra Used Car Surabaya, Rabu (28/1/2026).
Meski demikian, Sanfrantis menilai bisnis mobil bekas masih mampu bertahan berkat strategi yang diterapkan serta kekompakan tim di lapangan. Menurutnya, performa pasar mobil bekas relatif lebih stabil dibandingkan penjualan mobil baru.
“Market used car memang terdampak, tetapi arus penjualan masih bisa dijaga lebih stabil dibandingkan market new car. Harapannya, tahun ini bisa kembali bertumbuh,” katanya.
Di tengah melemahnya pasar otomotif, segmen mobil bekas justru dinilai memiliki peluang yang cukup menjanjikan. Mobil bekas, khususnya mobil Eropa, menjadi alternatif menarik bagi konsumen yang tetap menginginkan kendaraan premium dengan harga yang lebih terjangkau.
“Dalam kondisi ekonomi saat ini, used car menjadi pilihan rasional bagi konsumen. Mereka tetap bisa mendapatkan mobil Eropa dengan kualitas baik, namun dengan harga yang lebih sesuai anggaran,” jelasnya.
Lebih lanjut, Sanfrantis optimistis prospek industri otomotif nasional ke depan masih terbuka lebar. Meski tahun 2026 diprediksi masih menghadapi berbagai tantangan ekonomi, pertumbuhan ekonomi Indonesia diyakini tetap bergerak positif seiring kebijakan pemerintah yang terus digulirkan.
“Bisnis ini tidak bisa dilihat sebagai one time shot. Kami berpikir jangka panjang. Pemerintah juga telah menyampaikan arah pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, dan itu memberi optimisme tersendiri,” ujarnya.
Selain itu, tingkat kepemilikan mobil di Indonesia yang masih tergolong rendah dinilai menjadi potensi besar bagi pertumbuhan pasar otomotif. Saat ini, rasio kepemilikan mobil di Indonesia baru sekitar 99 unit per 1.000 penduduk, jauh di bawah negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Thailand yang telah mencapai lebih dari 100 hingga 200 unit per 1.000 penduduk.
“Ketika pertumbuhan ekonomi meningkat, potensi pertumbuhan pasar otomotif juga akan sangat besar. Ini menjadi peluang, khususnya bagi segmen yang kami geluti,” pungkasnya.
Guna menopang penjualan, BMW Astra memperkenalkan wajah baru BMW Astra Used Car Surabaya, tepatnya di Jalan HR Muhammad. Berdiri di atas lahan seluas 1.120 meter persegi dengan luas bangunan 820 meter persegi, BMW Astra Used Car Surabaya mampu menampilkan hingga 14 unit kendaraan BMW dan MINI bekas.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
