Menurut keterangan awal, keluhan kesehatan mulai dirasakan para santri tidak lama setelah mereka menyantap makanan saat berbuka puasa. Dugaan sementara mengarah pada menu nasi rawon yang disajikan pada saat itu.
Meski begitu, pihak kepolisian belum dapat memastikan penyebab pasti keracunan tersebut. Penyelidikan masih dilakukan untuk mengetahui sumber masalahnya.
“Kita belum bisa memastikan apakah penyebabnya dari nasi rawon atau faktor lain. Nanti akan kami sampaikan perkembangan selanjutnya,” kata Yogas.
Saat ini para santri masih menjalani perawatan medis di rumah sakit. Sementara itu, pihak kepolisian bersama pihak terkait juga mulai melakukan penelusuran untuk memastikan keamanan makanan yang dikonsumsi para santri.
Peristiwa ini menjadi perhatian masyarakat, terutama setelah rekaman proses evakuasi para santri beredar luas di media sosial.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
