Vita menambahkan, kawasan konservasi tersebut berperan penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Pada 2025, indeks keanekaragaman hayati flora di kawasan Bulu Sipong tercatat sebesar 1,54, meningkat dari 1,38 pada 2020. Sementara indeks fauna naik menjadi 2,85 dari sebelumnya 2,51.
“Kenaikan indeks ini menunjukkan kondisi lingkungan kawasan Bulu Sipong yang semakin baik sekaligus menjadi benteng perlindungan bagi keanekaragaman hayati dan warisan arkeologi di dalamnya,” ujarnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
