Industri Kuliner di Jatim Hadapi Tantangan Kualitas SDM

Lukman Hakim
Kualitas sumber daya manusia menjadi tantangan serius dalam industri kuliner. Foto : istimewa.

SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Industri kuliner atau food & beverage (F&B) di Jawa Timur (Jatim) mengalami pertumbuhan signifikan. Ini ditandai meningkatnya jumlah kafe, restoran, hingga usaha kuliner yang menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat perkotaan.

Namun, di balik pertumbuhan yang cepat, pelaku industri juga menghadapi tantangan besar dalam memastikan kualitas sumber daya manusia (SDM) yang mampu mengikuti standar layanan dan operasional yang semakin tinggi.

Menyadari kebutuhan tersebut, Asosiasi Pengusaha Kafe dan Restoran Indonesia (Apkrindo) DPD Jatim menggandeng Arete Center of Excellence untuk berkolaborasi meningkatkan kompetensi tenaga kerja di industri kafe dan restoran.

Founder Arete & Krama Professional Pathway, Peggy Putri menjelaskan, industri F&B memiliki banyak level operasional yang berbeda. Mulai dari fast food, usaha kaki lima, restoran kelas menengah, hingga fine dining yang memiliki standar layanan dan produk yang berbeda-beda.

Ia menambahkan bahwa setiap level industri membutuhkan kompetensi tenaga kerja yang berbeda pula. Oleh karena itu, pemetaan kompetensi menjadi hal penting agar pelatihan dapat disesuaikan dengan kebutuhan industri.

"Pertanyaannya kita berada di level apa, itu yang menentukan kompetensinya. Ini yang harus dipetakan dan disepakati bersama antara asosiasi, pemerintah kota, dan kami sebagai lembaga pelatihan," jelas Peggy.

Ke depan, Arete melalui Krama Professional Pathway akan mulai menghadirkan program sertifikasi kompetensi bagi tenaga kerja restoran yang disesuaikan dengan jenjang industri, serupa dengan sistem yang telah diterapkan di industri perhotelan.

Peggy menilai standarisasi kompetensi penting untuk menciptakan kesetaraan kemampuan tenaga kerja di industri restoran. Dengan standar yang jelas, pengusaha dapat lebih mudah mengembangkan tim kerja secara terarah.

"Dengan Apkrindo dan regulator, kami ingin menyamakan visi misi. Mari kita bangun standar baru bagi tenaga kerja kafe dan restoran agar kesetaraan kompetensi bisa meningkat," katanya.

Ketua Apkrindo DPD Jatim, Ferry Setiawan mengatakan, selama ini Apkrindo juga telah melakukan berbagai koordinasi dengan Pemerintah Kota Surabaya terkait pengembangan SDM di sektor kuliner yang memiliki peran besar dalam penyerapan tenaga kerja.

"Kami punya tanggung jawab moral dalam menyerap tenaga kerja di sektor F&B. Namun di lapangan, salah satu kendala yang sering muncul adalah karakter dan kesiapan kerja," ujar Ferry.

Ferry optimistis kolaborasi dengan Arete dapat membantu meningkatkan kualitas SDM industri kafe dan restoran di Jatim yang saat ini jumlahnya mencapai sekitar 150.000 hingga 200.000 pekerja. "Apkrindo Jatim sendiri memiliki sekitar 500 anggota pengusaha dengan lebih dari 1.500 brand kafe dan restoran. Ini menunjukkan besarnya potensi industri sekaligus kebutuhan akan tenaga kerja yang kompeten," jelasnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network