Hadir pula sejumlah tokoh alumni ITS serta perwakilan dari beberapa mitra yang turut mendukung kegiatan sosial tersebut.
Dalam sambutannya, Ketua PW IKA ITS Jawa Timur Dr. Eri Cahyadi menegaskan bahwa alumni perguruan tinggi memiliki tanggung jawab moral untuk memberi manfaat bagi masyarakat.
“Berbagi adalah ajaran Rasulullah. Lulusan ITS tidak hanya dituntut sukses dalam karier profesional, tetapi juga harus memiliki kepedulian sosial dan berbuat baik untuk sesama,” ujar Eri Cahyadi yang juga menjabat sebagai Wali Kota Surabaya.
Sementara itu, Rektor ITS Prof. Bambang Pramujati mengapresiasi kegiatan yang dinilai mampu memperkuat hubungan antara kampus, alumni, dan masyarakat. Ia juga memberikan pesan khusus kepada anak-anak penerima santunan agar tetap bersemangat dalam belajar.
“Teruslah belajar dengan sungguh-sungguh. Pendidikan adalah jalan untuk meraih masa depan yang lebih baik,” pesannya kepada para anak yatim dan dhuafa yang hadir.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 16.00 WIB tersebut juga diisi dengan tausiyah oleh KH Ma’ruf Khozin. Dalam ceramahnya, ia mengingatkan bahwa Ramadan bukan hanya tentang menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum untuk memperbaiki diri serta menjaga ucapan dan perilaku.
Suasana hangat semakin terasa ketika adzan maghrib berkumandang. Para peserta kemudian melanjutkan acara dengan buka puasa bersama, mempererat kebersamaan antara alumni, civitas akademika ITS, serta masyarakat yang hadir.
Di balik santunan yang diberikan, tersimpan harapan besar agar anak-anak yatim dan dhuafa tersebut tetap memiliki mimpi, semangat belajar, serta keyakinan bahwa masa depan mereka dapat berubah melalui pendidikan.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
