Tidak hanya belajar membaca Al-Qur’an, para siswa juga mendapatkan materi lain yang tak kalah penting, seperti tata cara bersuci, zakat, hingga pentingnya berbakti kepada orang tua. Materi tersebut diharapkan menjadi bekal moral dan spiritual bagi siswa dalam kehidupan sehari-hari, baik di lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Pada hari berikutnya, kegiatan dilanjutkan dengan seminar keagamaan yang menghadirkan pemateri dari luar sekolah. Dalam sesi ini, siswa diajak memahami berbagai persoalan keagamaan secara lebih luas, termasuk pembelajaran mengenai tata cara penanganan jenazah mulai dari awal hingga proses pemakaman.
Selain materi pembelajaran, kegiatan Pesantren Ramadan juga diisi dengan berbagai aktivitas ibadah bersama seperti istighosah, diba’, serta tadarus Al-Qur’an. Sebagian besar kegiatan tersebut dilaksanakan di serambi masjid sekolah untuk menghadirkan suasana ibadah yang lebih khidmat.
Bagi para siswa, kegiatan ini juga menjadi ajang mempererat kebersamaan. Salah satu siswa kelas XI, Talitha, mengaku mendapatkan banyak pengalaman berharga selama mengikuti Pesantren Ramadan.
“Kegiatan ini membuat kami lebih memahami ajaran agama dan juga menambah kebersamaan dengan teman-teman,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pesantren Ramadan ini, pihak sekolah berharap para siswa tidak hanya mendapatkan pengetahuan keagamaan, tetapi juga mampu menerapkan nilai-nilai tersebut dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan demikian, Pesantren Ramadan diharapkan dapat melahirkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga memiliki akhlak baik, disiplin, serta keimanan yang kuat.
Penulis: Novita Anggreeni
Jurnalis SMA Wijaya Putra
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
