BANYUWANGI, iNewsSurabaya.id – Menjelang perayaan Idulfitri, kebutuhan bahan pokok masyarakat biasanya meningkat. Kondisi ini kerap diikuti dengan potensi kenaikan harga pangan di sejumlah daerah. Untuk membantu masyarakat sekaligus menekan laju inflasi, Polresta Banyuwangi bersinergi dengan Perum Bulog dan Pemerintah Kabupaten Banyuwangi menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) serentak se-Indonesia.
Kegiatan yang dipusatkan di Ruang Terbuka Hijau (RTH) Blambangan Banyuwangi itu langsung disambut antusias warga. Sejak pagi, masyarakat mulai berdatangan untuk mendapatkan berbagai kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau dibandingkan harga pasar.
Program ini diawali dengan mengikuti Zoom Meeting nasional yang dipimpin oleh Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonesia bersama Direktur Utama Perum Bulog sebagai bagian dari gerakan serentak pengendalian harga pangan di berbagai daerah.
Kapolresta Banyuwangi Kombes Pol Dr. Rofiq Ripto Himawan mengatakan, keterlibatan Polri dalam program Gerakan Pangan Murah merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kondisi ekonomi masyarakat, khususnya saat Ramadan dan menjelang Idulfitri.
Menurutnya, Polri tidak hanya hadir dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, tetapi juga turut mendukung program pemerintah yang bertujuan meningkatkan kesejahteraan warga.
“Polresta Banyuwangi berkomitmen penuh mengawal stabilitas harga pangan, terutama di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat pada bulan Ramadan dan menjelang Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah,” ujar Kombes Pol Rofiq Ripto Himawan.
Ia menjelaskan, melalui kolaborasi dengan Bulog dan pemerintah daerah, masyarakat dapat memperoleh berbagai komoditas pangan dengan harga yang lebih terjangkau sehingga tidak terbebani oleh lonjakan harga menjelang hari besar keagamaan.
“Melalui Gerakan Pangan Murah ini, kami ingin memastikan masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa harus khawatir terhadap kenaikan harga,” tambahnya.
Selain menggelar pasar pangan murah, Polresta Banyuwangi juga terus melakukan monitoring intensif di pasar-pasar tradisional. Langkah ini dilakukan untuk mengantisipasi praktik penimbunan barang yang dapat memicu kenaikan harga dan merugikan masyarakat.
“Kami ingin masyarakat bisa menjalankan ibadah Ramadan dengan tenang dan nyaman tanpa harus mengkhawatirkan ketersediaan maupun keterjangkauan harga pangan,” tegasnya.
Kegiatan ini turut dihadiri Kepala Bulog Banyuwangi, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Banyuwangi, jajaran Pejabat Utama Polresta Banyuwangi, serta Muspika Kecamatan Banyuwangi.
Selama kegiatan berlangsung, situasi terpantau tertib dan kondusif. Melalui program Gerakan Pangan Murah ini, diharapkan daya beli masyarakat tetap terjaga, sekaligus mampu menekan potensi inflasi serta menciptakan stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah Kabupaten Banyuwangi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
