SIDOARJO, iNewsSurabaya.id – Mantan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Dahlan Iskan, menjadi pembicara dalam diskusi bertajuk Strategi Pengembangan Bisnis AUM di Era Disrupsi yang digelar di Masjid Al Manar Sepanjang, Sidoarjo.
Kegiatan ini dihadiri para pengelola Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) serta pelaku usaha dari wilayah Sidoarjo dan sekitarnya.
Dalam paparannya, Dahlan menekankan pentingnya memberikan ruang bagi generasi muda untuk memimpin dan berinovasi dalam dunia bisnis. Menurutnya, posisi direktur justru ideal dipegang oleh mereka yang berada pada usia produktif.
“Jadi direktur itu lebih baik di usia 30 tahunan. Jangan dipikir anak usia 30 tahun tidak bisa apa-apa, tapi coba berpikir, Anda di usia 30 tahun sudah jadi apa,” ujar Dahlan di hadapan peserta diskusi, Minggu (15/3/2026).
Ia juga mengaitkan prinsip berbisnis dengan nilai-nilai dalam Islam. Menurutnya, konsep tauhid dapat menjadi landasan dalam mengelola usaha, yakni dengan menjaga fokus terhadap tujuan yang ingin dicapai. “Bertauhid adalah mengesakan dan fokus. Sama seperti mengurus usaha,” katanya.
Dahlan turut mengingatkan pelaku usaha agar tidak kehilangan fokus dalam menjalankan bisnis. Ia mengibaratkan ketidakfokusan sebagai “musyrik” dalam bisnis.
“Jangan musyrik dalam berbisnis. Musyrik dalam agama masuk neraka. Musyrik bisnis ya terjerumus dalam neraka bisnis,” tegasnya.
Sementara itu, Direktur PT Sinar Surya Sepanjang, Anang Wijayanto, menilai kehadiran Dahlan Iskan memberikan motivasi besar bagi para pelaku usaha yang mengikuti diskusi tersebut.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
