Di Jatim sendiri, Khofifah menilai terdapat model koperasi yang cukup menarik, yakni koperasi yang mampu mengembangkan usaha hingga memiliki perusahaan atau korporasi sendiri.
“Biasanya korporasi besar yang memiliki koperasi. Tapi di Bojonegoro ada koperasi yang justru memiliki korporasi. Ini model yang bisa menjadi referensi untuk penguatan koperasi,” ujarnya.
Lebih lanjut, Khofifah menyampaikan bahwa penguatan koperasi juga menjadi perhatian pemerintah pusat. Hal tersebut tercermin dari kebijakan pemisahan kementerian yang menangani koperasi dan usaha mikro, kecil, dan menengah agar koperasi dapat berkembang lebih fokus.
“Gerakan koperasi harus kita bangun dengan napas ideologis. Tidak sekadar bisnis, tetapi benar-benar menjadi gerakan untuk memperkuat ekonomi masyarakat dari bawah,” katanya.
Khofifah juga menyampaikan bahwa Jatim telah mencapai target pembentukan 8.494 Koperasi Desa Merah Putih di seluruh desa pada tahun lalu. Ia berharap koperasi-koperasi tersebut dapat semakin aktif beroperasi, terutama menjelang peringatan Hari Koperasi Nasional pada 12 Juli.
“Hingga 15 Maret 2026 tercatat sebanyak 997 koperasi desa telah beroperasi dan mulai menjalankan aktivitas ekonomi di tingkat desa,” pungkasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
