SURABAYA, iNewsSurabaya.id - Perekonomian Kota Surabaya pada tahun 2025 menunjukkan kinerja yang tetap kuat dan stabil. Berdasarkan rilis Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Surabaya pada 27 Februari 2026, pertumbuhan ekonomi kota tercatat sebesar 5,87 persen, meningkat dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 5,76 persen.
Capaian tersebut juga melampaui pertumbuhan ekonomi di tingkat Provinsi Jawa Timur yang sebesar 5,33 persen serta pertumbuhan ekonomi nasional yang mencapai 5,11 persen pada 2025. Sementara itu, nilai Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya pada 2025 tercatat mencapai Rp830,54 triliun atas dasar harga berlaku (ADHB) dan Rp513,94 triliun atas dasar harga konstan (ADHK).
Data tersebut menunjukkan bahwa aktivitas perekonomian Kota Surabaya tetap tumbuh positif dan resilien di tengah dinamika ekonomi nasional serta ketidakpastian ekonomi global.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi yakin ekonomi Surabaya akan mengalami pertumbuhan berkelanjutan. Foto Humas Pemkot
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengatakan pertumbuhan tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi kota yang ditopang oleh berbagai sektor usaha serta partisipasi masyarakat dalam menggerakkan roda perekonomian.
"Pertumbuhan ekonomi ini menunjukkan bahwa fondasi ekonomi Kota Surabaya cukup kuat. Ke depan, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya akan terus mendorong penguatan ekonomi lokal melalui pengembangan ekonomi kreatif, pemberdayaan generasi muda, serta pengembangan destinasi wisata perkotaan," ujar Wali Kota Eri Cahyadi, Minggu (15/3/2026).
Ia menjelaskan, dari sisi struktur ekonomi, aktivitas perekonomian Surabaya masih didominasi sektor Perdagangan Besar dan Eceran; Reparasi Mobil dan Sepeda Motor dengan kontribusi 26,97 persen. Disusul Industri Pengolahan sebesar 19,59 persen serta sektor Penyediaan Akomodasi dan Makan Minum sebesar 16,71 persen.
"Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga tetap menjadi penggerak utama perekonomian dengan laju pertumbuhan 5,40 persen, diikuti Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) sebesar 6,41 persen. Hal ini menunjukkan meningkatnya peran investasi dalam mendorong aktivitas ekonomi kota," jelasnya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
