Salah satu kunci keberhasilan tersebut adalah transformasi digital yang terus dikembangkan. Penerapan sistem Integrated Planning and Control terbukti mampu meningkatkan produktivitas terminal sekaligus memperkuat aspek keselamatan dan kesehatan kerja (K3) di lapangan.
Menjelang Hari Raya Idul Fitri, tantangan justru semakin besar. Lonjakan arus barang diprediksi akan meningkat signifikan seiring kebutuhan masyarakat yang melonjak.
Untuk mengantisipasi hal itu, PT Terminal Teluk Lamong telah menyiapkan berbagai langkah strategis. Mulai dari memastikan kesiapan alat dan kapasitas terminal, menyediakan area buffer zone untuk truk, hingga menerapkan Terminal Booking System guna mengatur jadwal kedatangan armada.
Tak hanya itu, koordinasi dengan para pemangku kepentingan logistik juga diperkuat agar distribusi tetap berjalan lancar tanpa hambatan berarti.
“Selama Ramadan hingga Idul Fitri, kami memastikan operasional tetap berjalan optimal,” tegas Syaiful.
Dengan tren positif ini, PT Terminal Teluk Lamong semakin percaya diri menatap target sepanjang 2026. Lebih dari sekadar angka, peningkatan ini menjadi gambaran nyata bahwa roda ekonomi Jawa Timur terus bergerak—didukung sistem logistik yang semakin modern dan terintegrasi.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
