Lima Korban KMP Mutiara Santosa 2 Berhasil Diidentifikasi, Tidak Ada yang Tewas Terbakar

Lukman Hakim
DVI Polda Jatim rampungkan identifikasi lima korban KMP Mutiara Santosa 2. (Foto : istimewa).

SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Timur (Jatim) berhasil mengidentifikasi lima korban meninggal dunia dalam insiden kebakaran KMP Mutiara Santosa 2 di perairan utara Kabupaten Sumenep, Madura. Hasil pemeriksaan forensik menunjukkan seluruh korban meninggal bukan akibat luka bakar.

Kepala Bidang Kedokteran dan Kesehatan (Kabiddokkes) Polda Jatim, Kombes Pol Wahono Edhi P., mengatakan sebagian besar korban mengalami sesak napas akibat menghirup asap sebelum melompat ke laut.

"Tidak ada yang meninggal karena luka bakar. Rata-rata korban mengalami sesak napas akibat asap, kemudian melompat ke laut dan tenggelam, atau mengalami kelemasan setelah berada di laut," ujar Wahono, Senin (3/8/2026).

Wahono menjelaskan, tim DVI telah menerima lima kantong jenazah sejak Minggu (2/8) hingga Senin (3/8). Seluruh korban berhasil diidentifikasi melalui data primer berupa sidik jari, serta data sekunder seperti pemeriksaan gigi, rekam medis, identifikasi visual, dan barang kepemilikan.

Adapun lima korban yang telah teridentifikasi, yakni,  Sri Indratmo Wijaya (47), warga Dukuh Plungguh, Mulyoagung, Pucakwangi, Kabupaten Pati, Jawa Tengah. Siti Fatimah (57), warga Jalan Sultan Abdullah II, Kecamatan Tallo, Kota Makassar, Sulawesi Selatan.

Sari Sukoco (39), warga Jalan Kawi, Kelurahan Kauman, Kabupaten Tulungagung, Jatim. Rino Eka Putra (48), warga Kampung Dalam Nomor 84, Jorong Tengah, Koto Sembilan, Kabupaten Agam, Sumatera Barat. Terakhir Yedi Hendrawan (63), warga Teruwring, Selat Dalam, Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah.

Menurut Wahono, hasil autopsi dan pemeriksaan forensik menunjukkan sebagian korban mengalami gangguan pernapasan akibat menghirup asap sebelum menyelamatkan diri dengan melompat ke laut.

Dalam kondisi kesadaran yang menurun, korban diduga tenggelam. Sementara korban lainnya diperkirakan berhasil keluar dari kapal, namun tidak mampu bertahan di laut akibat kelelahan atau tidak bisa berenang.

"Jadi rata-rata korban meninggal karena tenggelam atau mengalami kelemasan setelah berada di laut, bukan karena terbakar," tegasnya.

Operasi identifikasi melibatkan tim gabungan yang terdiri atas BPBD, Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Jatim, Ditpolairud Polda Jatim, RS Bhayangkara Surabaya, RS Bhayangkara Pamekasan, Tim Forensik Universitas Airlangga, PT Jasa Raharja, TNI, PMI, Dinas Kesehatan, serta sejumlah instansi terkait lainnya.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network