SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Aktivitas ekonomi Jawa Timur masih menunjukkan daya tahan hingga memasuki paruh kedua 2026. Kondisi tersebut tercermin dari kinerja Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Jawa Timur yang mencatat pendapatan negara Rp167,52 triliun hingga 31 Agustus 2026.
Realisasi tersebut setara 59,88 persen dari target yang ditetapkan. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, pendapatan negara di Jawa Timur tumbuh 8,89 persen.
Capaian fiskal itu berjalan beriringan dengan pertumbuhan ekonomi regional. Hingga triwulan II 2026, perekonomian Jawa Timur tumbuh 5,80 persen secara kumulatif.
Dari sisi produksi, industri pengolahan masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian dengan kontribusi 31,11 persen terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB). Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menyumbang 60,85 persen.
Kepala Perwakilan Kementerian Keuangan Provinsi Jawa Timur Max Darmawan menilai capaian penerimaan negara tersebut menunjukkan aktivitas ekonomi di wilayah Jawa Timur masih berjalan.
“Sampai dengan 31 Agustus 2026, pendapatan negara di Jawa Timur mencapai Rp167,52 triliun. Capaian ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi di Jawa Timur masih terjaga dan memberikan kontribusi terhadap penerimaan negara,” ujar Max.
Dari keseluruhan pendapatan negara tersebut, penerimaan perpajakan memberikan kontribusi Rp161,44 triliun atau 59,03 persen dari target.
Penerimaan pajak sendiri mencapai Rp71,19 triliun. Realisasi tersebut berada di level 58,19 persen dari target sekaligus mencatat pertumbuhan 19,84 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Sejumlah komponen pajak ikut mencatat pertumbuhan. Penerimaan Pajak Penghasilan (PPh) badan mencapai Rp12,09 triliun atau tumbuh 13,47 persen.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
