SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Pertumbuhan ekonomi Jawa Timur sebesar 5,72 persen secara tahunan (year on year/YoY) pada Triwulan II-2026 menjadi sinyal bahwa aktivitas ekonomi di daerah masih bergerak positif. Kondisi ini turut membuka peluang bagi sektor otomotif dan pembiayaan kendaraan.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat ekonomi Jawa Timur tumbuh 5,72 persen pada Triwulan II-2026 dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pertumbuhan tersebut menunjukkan aktivitas konsumsi, investasi, perdagangan, hingga mobilitas masyarakat masih memiliki daya tahan di tengah dinamika ekonomi nasional.
Pergerakan ekonomi daerah tersebut berlangsung ketika pasar kendaraan bermotor nasional juga mulai menunjukkan penguatan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO), penjualan mobil secara wholesale sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai 517.742 unit.
Jumlah tersebut meningkat 18,3 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Kenaikan penjualan kendaraan menjadi salah satu indikator yang diperhatikan industri pembiayaan karena sebagian kebutuhan pembelian mobil masih berkaitan dengan fasilitas kredit.
Project Director ACC-TAF GIIAS 2026 sekaligus Chief Marketing and Sales Officer ACC, Tan Chian Hok, menilai pertumbuhan ekonomi Jawa Timur menjadi salah satu faktor penting dalam membaca prospek pasar otomotif dan pembiayaan kendaraan.
Menurut Tan, angka pertumbuhan yang dicatat BPS memperlihatkan aktivitas masyarakat dan dunia usaha di Jawa Timur tetap berjalan. Kondisi tersebut juga sejalan dengan meningkatnya penjualan kendaraan secara nasional.
“Melalui GIIAS Surabaya 2026, kami menghadirkan akses terhadap pembiayaan dan layanan keuangan yang semakin terintegrasi, dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian,” ujar Tan Chian Hok di Surabaya.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
