SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Tren perjalanan jarak jauh dengan mobil atau touring mulai mendorong kebutuhan kendaraan yang tidak sekadar nyaman digunakan di dalam kota. Jarak tempuh, kapasitas penyimpanan, fleksibilitas sumber tenaga hingga kemampuan membawa perlengkapan menjadi sejumlah pertimbangan ketika mobil digunakan untuk perjalanan panjang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian PT JETOUR Sales Indonesia saat membawa JETOUR T2 i-DM ke ajang GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City Convex Surabaya, 26–30 Agustus 2026.
Regional Sales Manager PT JETOUR Sales Indonesia, Denny Anggono, mengatakan karakter kendaraan untuk perjalanan jauh perlu disesuaikan dengan kebutuhan pengguna. Menurutnya, perjalanan touring memiliki tantangan berbeda dibandingkan mobilitas harian karena pengemudi harus mempertimbangkan jarak, kondisi jalan dan kebutuhan selama berada di perjalanan.
“Untuk perjalanan touring, fleksibilitas menjadi salah satu hal penting. Pengguna tidak hanya membutuhkan kendaraan untuk berpindah dari satu titik ke titik lain, tetapi juga membutuhkan ruang untuk membawa perlengkapan serta kemampuan menyesuaikan perjalanan dengan kondisi yang ditemui,” kata Denny.
JETOUR T2 i-DM mengusung teknologi Intelligent Dual Mode (i-DM) yang menggabungkan mesin 1.5 TGDI, baterai CATL LFP berkapasitas 18,4 kWh, transmisi hybrid tiga percepatan serta dua motor listrik.
Kombinasi tersebut membuat kendaraan memiliki karakter yang berbeda ketika digunakan untuk perjalanan dalam kota maupun perjalanan antarkota. Salah satu aspek yang menjadi perhatian untuk aktivitas touring adalah klaim jarak tempuh lebih dari 1.200 kilometer dengan kondisi baterai dan bahan bakar terisi penuh.
Bagi perjalanan lintas kota, kemampuan tersebut dapat memberikan keleluasaan dalam menentukan rute. Pengguna juga tidak harus terlalu sering menghentikan perjalanan hanya untuk mencari lokasi pengisian daya atau bahan bakar.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
