SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Jawa Timur (Jatim) masih menjadi salah satu daerah dengan kontribusi besar terhadap penjualan kendaraan nasional.
Kondisi tersebut menjadi salah satu pertimbangan digelarnya pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) Surabaya 2026 di Grand City, 26-30 Agustus 2026.
Sekretaris I GAIKINDO Eddy Sumedi mengatakan, kontribusi Jatim terhadap penjualan kendaraan nasional mencapai sekitar 9,1 persen pada periode 2026. Angka tersebut meningkat dibandingkan kontribusi pada tahun sebelumnya yang berada di kisaran 8,8 persen.
"Jatim memiliki peran yang sangat penting bagi penjualan kendaraan nasional. Hal ini terlihat dari data penjualan mobil hingga April 2026, di mana Jatim konsisten berada di posisi ketiga nasional dengan angka penjualan mencapai 25.228 unit atau menyumbang 9,1 persen dari total penjualan nasional," ujar Eddy, Rabu (19/8/2026).
Selain kontribusi terhadap penjualan, besarnya populasi kendaraan juga menunjukkan potensi pasar otomotif di Jatim. Data BPS yang diperbarui pada Februari 2026 mencatat jumlah mobil penumpang di Jatim mencapai sekitar 5,58 juta unit.
"Angka ini menjadi bukti nyata bahwa masyarakat Jatim memiliki daya beli, minat, serta kebutuhan yang sangat tinggi terhadap kendaraan roda empat," katanya.
Menurut Eddy, kondisi tersebut membuat Surabaya tetap menjadi salah satu kota penting dalam rangkaian GIIAS The Series. Pameran di Surabaya juga menjadi sarana mempertemukan industri otomotif dengan masyarakat di wilayah Jatim.
Project Director GIIAS The Series Abiyoso Witono mengatakan, GIIAS Surabaya telah berlangsung selama lebih dari satu dekade. Penyelenggaraan tahun ini memasuki edisi ke-11 sejak pertama kali digelar pada 2015.
Ia menyebut skala penyelenggaraan tahun ini mengalami peningkatan, salah satunya melalui penambahan satu area pameran. Luas area yang digunakan mencapai sekitar 15.000 meter persegi atau meningkat sekitar 2.000 meter persegi dibandingkan tahun sebelumnya.
"Surabaya ini merupakan salah satu kota yang istimewa bagi kami. Kita dari awal, dari tahun 2015, dan kita sudah lebih dari satu dekade," ujar Abiyoso.
Menurut dia, peningkatan luasan tersebut juga beriringan dengan bertambahnya jumlah merek kendaraan yang berpartisipasi.
Tahun ini tercatat 37 merek kendaraan ikut serta, terdiri atas kendaraan penumpang, kendaraan komersial, dan sepeda motor. Jumlah tersebut meningkat sekitar 23 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika dibandingkan dengan penyelenggaraan perdana pada 2015, jumlah merek yang terlibat juga meningkat cukup signifikan. Saat itu hanya terdapat sekitar 15 merek kendaraan.
"Jadi bisa dikatakan kita naik dua setengah kali lipat dari luasan tahun pertama," kata Abiyoso.
Dari total peserta kendaraan tahun ini, terdapat sejumlah merek yang baru kembali mengikuti pameran di Surabaya. Di antaranya Changan, Hyundai, iCAR, Jeep, Jetour, KIA, Leap Motor, Lepas, Polytron, Foton, QJ Motor, Triumph, dan Xpeng.
Selain merek kendaraan, terdapat 25 merek dari industri pendukung otomotif yang ikut ambil bagian dalam pameran.
Abiyoso mengatakan, pameran otomotif di Surabaya tidak hanya berkaitan dengan penjualan kendaraan. Menurut dia, kehadiran berbagai merek dan teknologi kendaraan juga menjadi gambaran perkembangan industri otomotif yang tengah berlangsung.
"Kita lihat industrinya itu tumbuh terus dan kita lihat juga Surabaya dengan industri yang cukup tumbuh ini yang baik ini kita hadir kembali," ujarnya.
Sejumlah kegiatan pendukung juga disiapkan selama pameran, termasuk test drive dan test ride. Penyelenggara mencatat terdapat 56 unit kendaraan yang dapat dicoba melalui program test drive, sedangkan program test ride melibatkan 10 merek sepeda motor.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
