Cicit KH Hasyim Asy’ari Masuk Bursa Ketum PBNU, Sosoknya Disebut Layak Pimpinan NU di Era Digital

Arif Ardliyanto
Gus Kikin semakin menguat dalam bursa Ketua Umum PBNU jelang Muktamar ke-35 NU. Simak latar belakang, dukungan PWNU Jatim, dan gagasannya. Foto iNewsSurabaya.id/tangkap layar

JOMBANG, iNewsSurabaya.id – Bursa calon Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) semakin menghangat menjelang Muktamar ke-35 NU. Salah satu nama yang mencuat kuat adalah KH Abdul Hakim Mahfudz atau Gus Kikin.

Pengasuh Pesantren Tebuireng Jombang sekaligus Ketua PWNU Jawa Timur itu dinilai memiliki sejumlah modal penting untuk memimpin organisasi Islam terbesar di Indonesia. Pemilihan Ketua Umum PBNU dijadwalkan berlangsung dalam rangkaian Muktamar ke-35 NU di Tambakberas, Jombang.

Gus Kikin bukan sosok baru dalam lingkungan Nahdlatul Ulama. Ia merupakan cicit KH M Hasyim Asy'ari, pendiri NU sekaligus tokoh yang memiliki hubungan erat dengan sejarah Pesantren Tebuireng.

Setelah KH Salahuddin Wahid atau Gus Sholah wafat, Gus Kikin dipercaya meneruskan kepemimpinan Pesantren Tebuireng. Perjalanan menuju posisi tersebut berlangsung melalui proses panjang dan penuh pertimbangan keluarga.

Bahkan sejak 2016, Gus Sholah disebut telah meminta Gus Kikin mempersiapkan diri untuk meneruskan kepemimpinan di Tebuireng melalui musyawarah keluarga besar keturunan KH Hasyim Asy'ari.

Posisi itu membuat Gus Kikin tidak hanya dikenal sebagai pengasuh pesantren, tetapi juga sebagai bagian dari mata rantai sanad keilmuan dan tradisi yang melekat kuat dalam sejarah NU.

Editor : Arif Ardliyanto

Halaman Selanjutnya
Halaman : 1 2

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network