Pengalaman Gus Kikin juga tidak hanya berkutat di lingkungan pesantren. Ia dipercaya memimpin PWNU Jawa Timur, wilayah yang selama ini dikenal memiliki basis warga NU yang sangat besar.
Gus Kikin sebelumnya menjadi Penjabat Ketua PWNU Jawa Timur setelah menggantikan KH Marzuqi Mustamar. Ia kemudian terpilih sebagai Ketua PWNU Jawa Timur untuk periode 2024-2029.
Pengalaman tersebut membuat Gus Kikin dinilai memiliki pemahaman mengenai pengelolaan organisasi sekaligus kehidupan pesantren. Rekam jejaknya di dunia usaha juga disebut menjadi tambahan pengalaman dalam memahami persoalan ekonomi umat.
Pengasuh Pondok Pesantren Al Aqobah International School (AIS) Jombang, KH A. Junaidi Hidayat, menilai kemampuan tersebut menjadi salah satu kekuatan Gus Kikin.
"Seorang pemimpin di Nahdlatul Ulama itu sebagai sebuah organisasi besar, maka tidak hanya dibutuhkan kapasitas keilmuan di bidang agama, tetapi juga harus punya kemampuan secara utuh di bidang manajerial, kemampuan jaringan, kemampuan membangun kekuatan NU secara ekonomi, pendidikan, maupun pergerakannya," ujar KH Junaidi.
Menurut dia, Gus Kikin mempunyai pengalaman yang cukup lengkap untuk mengemban tugas tersebut.
"Gus Kikin punya kemampuan yang lebih utuh. Beliau juga seorang pengusaha, punya kekuatan di bidang jaringan untuk bagaimana membangun. Di media juga beliau pernah punya media televisi," katanya.
Diusung PWNU dan PCNU se-Jawa Timur
Dukungan terhadap Gus Kikin semakin terlihat pada Juli 2026. PWNU Jawa Timur bersama PCNU se-Jawa Timur sepakat memberikan mandat kepada Gus Kikin untuk maju sebagai calon Ketua Umum PBNU.
Wakil Rais PWNU Jawa Timur, KH Abdul Matin Djawahir, menegaskan pencalonan tersebut bukan berasal dari ambisi pribadi Gus Kikin.
"Ini bukan keinginan pribadi beliau. Kita tanya beliau siap atau tidak, katanya siap. Murni pendapat PCNU. Alhamdulillah seluruh PCNU bersama PWNU satu garis mengusung kiai," ungkapnya.
Menurut KH Abdul Matin, Gus Kikin memiliki sejumlah keunggulan, mulai dari latar belakang keluarga, pengalaman organisasi hingga karakter kepemimpinan.
"Selain dzurriyah KH M Hasyim Asy'ari, Gus Kikin juga memiliki pengalaman organisasi yang matang, bahkan hingga PBNU. Sosoknya juga teduh, tidak gaduh, dan mementingkan ukhuwah," jelasnya.
Bagi Gus Kikin sendiri, dukungan tersebut bukan sesuatu yang harus dipandang sebagai ambisi untuk mendapatkan jabatan. Ia menyebut pencalonannya sebagai sebuah amanah.
"Ini amanah, bukan niat pribadi," kata Gus Kikin.
Jika mendapatkan kepercayaan dari peserta muktamar, ia menyatakan siap menjalankan mandat tersebut. Menjelang muktamar, Gus Kikin juga terus melakukan silaturahmi dengan sejumlah pesantren dan tokoh NU di berbagai daerah.
Pertemuan itu dilakukan mulai dari lingkungan pesantren di Jawa Timur hingga bersilaturahmi dengan sejumlah tokoh dan kiai di Makassar. Pendekatan yang dilakukan lebih banyak mengedepankan komunikasi dan silaturahmi dibandingkan kampanye terbuka.
Bawa Gagasan Penguatan Fondasi NU
Dalam pencalonannya, Gus Kikin membawa gagasan yang bertumpu pada penguatan fondasi organisasi. Salah satu perhatian yang disorot adalah pentingnya menghidupkan kembali Qanun Asasi sebagai dokumen dasar NU.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga adab dalam kehidupan organisasi serta memperkuat politik kebangsaan. Menurutnya, NU perlu tetap memiliki pijakan kuat di tengah perubahan sosial dan tantangan zaman.
Persoalan sanad keilmuan dan persatuan juga menjadi bagian penting dari gagasan tersebut. Pesan itu dinilai relevan dengan dinamika internal NU yang turut mewarnai perjalanan menuju Muktamar ke-35.
Dengan latar belakang sebagai pengasuh Tebuireng, cicit KH M Hasyim Asy'ari, serta pengalaman memimpin PWNU Jawa Timur, Gus Kikin kini menjadi salah satu figur yang diperhitungkan dalam bursa Ketua Umum PBNU.
Muktamar ke-35 NU nantinya akan menjadi ruang bagi para muktamirin untuk menentukan arah kepemimpinan organisasi. Bagi Gus Kikin, posisi tersebut bukan sekadar jabatan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan menjaga tradisi, persatuan, dan marwah NU.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
