Dapat Remisi Idulfitri, Tahanan Lapas Arjasa Sumenep Menangis Haru, Begini Pesan Kalapas

Arif Ardliyanto
Warga binaan Lapas Arjasa Sumenep tak kuasa menahan haru saat menerima remisi Idulfitri 1447 H, simbol harapan dan awal baru. (Foto: Istimewa).

SUMENEP, iNewsSurabaya.id – Momentum Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi berkah tersendiri bagi warga binaan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas III Arjasa, Sumenep. Pada momen penuh makna ini, sejumlah narapidana menerima Remisi Khusus Idulfitri sebagai bentuk penghargaan atas perubahan sikap dan perilaku selama menjalani masa pidana.

Pemberian remisi tersebut berlangsung usai pelaksanaan Salat Idulfitri yang digelar secara khidmat di lingkungan lapas. Suasana haru pun tak terhindarkan ketika nama-nama penerima remisi diumumkan. Beberapa warga binaan tampak menundukkan kepala, menahan air mata, sementara yang lain saling berpelukan, merasakan kebahagiaan yang sulit diungkapkan dengan kata-kata.

Remisi yang diberikan bervariasi, mulai dari pengurangan masa hukuman beberapa bulan hingga ada pula yang langsung bebas. Bagi para warga binaan, pengurangan masa hukuman ini bukan sekadar angka, melainkan harapan baru untuk kembali berkumpul dengan keluarga dan memulai kehidupan yang lebih baik di luar lapas.


Warga binaan Lapas Arjasa Sumenep tak kuasa menahan haru saat menerima remisi Idulfitri 1447 H, simbol harapan dan awal baru. Foto ist

Kepala Lapas Kelas III Arjasa, Sumenep, Ristanto Rachmad Hidayat, menjelaskan bahwa pemberian remisi merupakan hak warga binaan yang telah memenuhi syarat administratif dan substantif, termasuk berkelakuan baik serta aktif mengikuti program pembinaan.

“Remisi ini adalah bentuk penghargaan dari negara bagi warga binaan yang menunjukkan perubahan positif selama menjalani masa pidana. Kami ingin ini menjadi motivasi agar mereka terus memperbaiki diri,” ujar Ristanto.

Ia menegaskan, proses pemberian remisi dilakukan secara selektif dan transparan sesuai ketentuan yang berlaku. Dengan demikian, hanya warga binaan yang benar-benar memenuhi syarat yang berhak menerima pengurangan masa hukuman tersebut.

Lebih lanjut, Ristanto berharap momentum Idulfitri dapat dimaknai sebagai titik balik bagi para warga binaan untuk meninggalkan masa lalu dan menatap masa depan dengan optimisme. Program pembinaan yang diberikan di dalam lapas, menurutnya, bertujuan membekali mereka dengan keterampilan dan nilai-nilai positif agar siap kembali ke masyarakat.

“Harapan kami, setelah bebas nanti mereka bisa menjadi pribadi yang lebih baik, mandiri, dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,” tambahnya.

Salah satu warga binaan penerima remisi mengaku bersyukur atas kesempatan yang diberikan. Ia menganggap remisi sebagai hadiah lebaran yang sangat berarti, sekaligus pengingat untuk tidak kembali terjerumus pada kesalahan di masa lalu.

“Ini jadi semangat baru buat saya. Saya ingin berubah dan membahagiakan keluarga,” ungkapnya dengan suara bergetar.

Pemberian remisi Idulfitri di Lapas Arjasa Sumenep ini tidak hanya menjadi simbol keringanan hukuman, tetapi juga wujud nyata bahwa setiap orang berhak mendapatkan kesempatan kedua. Di tengah keterbatasan, harapan itu tetap tumbuh, menguatkan langkah para warga binaan menuju kehidupan yang lebih baik.

Editor : Arif Ardliyanto

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network