Tak Punya Pekerjaan, Pendatang Baru Bisa Ditolak Masuk Surabaya, Ini Penjelasan Wali Kota

Arif Ardliyanto
Wali Kota Eri Cahyadi tegaskan pendatang tanpa pekerjaan jelas bisa ditolak. Pemkot Surabaya siapkan operasi yustisi pasca arus balik Lebaran. Foto tangkap layar

Kisah-kisah para perantau yang datang tanpa persiapan sering kali berujung pahit. Alih-alih mendapatkan pekerjaan, sebagian justru terjebak dalam kondisi ekonomi sulit, bahkan menjadi beban sosial di perkotaan.

Karena itu, pemkot juga meminta peran aktif warga Surabaya. Bagi masyarakat yang membawa atau mempekerjakan pendatang dari luar daerah, seperti pekerja rumah tangga, diminta segera melapor ke pengurus setempat agar dapat dilakukan pendataan.

“Dengan pelaporan itu, kita bisa mengetahui siapa saja yang datang dan apa pekerjaannya. Ini penting untuk menjaga keamanan dan ketertiban kota,” jelas Eri.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kota Surabaya, Achmad Zaini, menambahkan bahwa pengawasan tidak hanya dilakukan di dalam kota, tetapi juga melalui koordinasi lintas daerah.

Ia mengingatkan, datang ke kota besar seperti Surabaya tanpa bekal yang cukup justru berisiko bagi pendatang itu sendiri.

“Kalau ada yang datang dengan janji pekerjaan, kami akan cek dokumen dan perusahaan yang dimaksud,” tegasnya.

Dengan langkah ini, Pemkot Surabaya berharap arus urbanisasi pasca Lebaran tetap terkendali. Kota tetap terbuka bagi siapa saja yang ingin berjuang, namun dengan satu syarat: datang dengan kesiapan, bukan sekadar harapan.

Editor : Arif Ardliyanto

Sebelumnya

Bagikan Artikel Ini
Konten di bawah ini disajikan oleh Advertiser. Jurnalis iNews Network tidak terlibat dalam materi konten ini.
News Update
Kanal
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
MNC Portal
Live TV
MNC Network