SURABAYA, iNewsSurabaya.id – Semangat gotong royong dalam membangun ekonomi kembali terasa hangat dalam pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI. Tak sekadar forum biasa, ajang ini menjadi ruang bertemunya ribuan pelaku usaha, pemerintah, hingga diaspora untuk saling menguatkan jejaring ekonomi lintas daerah dan sektor.
Sebanyak 2.000 peserta dari dalam dan luar negeri hadir, membawa harapan yang sama: membangun kekuatan ekonomi Indonesia melalui kolaborasi. Di balik angka tersebut, tersimpan cerita tentang pelaku usaha yang ingin berkembang, daerah yang ingin maju, hingga generasi muda yang siap bersaing.
Forum yang digelar oleh Badan Pengurus Pusat Kerukunan Keluarga Sulawesi Selatan (BPP-KKSS) bersama Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dan KADIN Sulsel ini menghadirkan beragam agenda. Mulai dari seminar, berbagi kisah sukses, hingga business matching yang membuka peluang kerja sama nyata.
Sejumlah tokoh penting turut hadir, di antaranya Menteri Pertanian RI Andi Amran Sulaiman, sejumlah gubernur dari berbagai provinsi, hingga Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Veronica Tan. Dari Jawa Timur, Kepala Dinas Pendidikan Aries Agung Paewai hadir mewakili Gubernur Khofifah Indar Parawansa.
Dalam pidatonya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menegaskan bahwa kekuatan ekonomi Indonesia terletak pada kolaborasi. Ia menilai sektor pertanian masih menjadi fondasi utama yang harus terus diperkuat.
“Kalau kita bergerak bersama—pemerintah, pengusaha, dan masyarakat—potensi pertanian kita bisa menjadi kekuatan besar, bukan hanya untuk kebutuhan dalam negeri, tetapi juga pasar global,” ujarnya.
Ia juga menyoroti pentingnya hilirisasi agar produk pertanian memiliki nilai tambah dan mampu bersaing di pasar internasional.
Tak hanya soal kebijakan dan strategi besar, forum ini juga menghadirkan kisah-kisah inspiratif dari daerah. Jawa Timur, misalnya, tampil dengan pendekatan berbeda. Bukan hanya membawa konsep, tetapi juga menunjukkan hasil nyata dari pendidikan vokasi.
Salah satu yang mencuri perhatian adalah kehadiran siswa SMKN 1 Turen yang menunjukkan keterampilan sebagai barista. Dengan penuh percaya diri, mereka meracik kopi di hadapan pengunjung, memperlihatkan kualitas lulusan vokasi yang siap terjun ke dunia kerja.
“Kami ingin menunjukkan bahwa siswa vokasi tidak hanya siap kerja, tapi juga mampu bersaing di dunia usaha dan industri,” kata Aries Agung Paewai.
Antusiasme pengunjung pun terlihat jelas. Stan kopi yang dihadirkan menjadi salah satu titik keramaian selama kegiatan berlangsung. Banyak pengunjung yang tertarik, bukan hanya mencicipi, tetapi juga melihat langsung kualitas keterampilan para siswa.
Bagi Jawa Timur, partisipasi ini bukan sekadar kehadiran simbolis. Lebih dari itu, menjadi langkah strategis dalam memperluas jejaring kerja sama sekaligus memperkuat peran pendidikan vokasi dalam mencetak sumber daya manusia yang adaptif.
Aries menegaskan, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Kolaborasi seperti yang terbangun dalam PSBM dinilai mampu membuka peluang baru bagi pengembangan sektor unggulan di berbagai daerah.
Melalui forum ini, harapan besar pun disematkan: ekonomi Indonesia yang lebih inklusif, saling terhubung, dan tumbuh bersama dari kekuatan daerah.
Editor : Arif Ardliyanto
Artikel Terkait
